nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan BTN Enggan Berikan DP Rumah 0%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 21:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 27 470 1942235 alasan-btn-enggan-berikan-dp-rumah-0-XN78w0pYcB.jpg Ilustrasi Pembangunan Rumah (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan tidak akan menerapkan program uang muka atau down payment (DP) 0% pada segmen KPR. Hal ini berkaitan dengan kebijakan pelonggaran pembayaran DP oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk diketahui, BI telah memberikan relaksasi aturan uang muka melalui Loan to Value dan Financing to Value (LTV/FTV). Di mana perbankan dibebaskan untuk menentukan besaran uang muka, bahkan bisa hingga Rp 0%.

Begitu pula dengan OJK yang merelaksasi beberapa ketentuan seperti mengubah perhitungan ATMR, mengubah larangan pemberian kredit untuk pengolahan tanah bagi pengembang, mendorong pendanaan KPR melalui sekuritisasi, meningkatkan batas pembiayaan dengan agunan, dan meningkatkan koordinasi dengan instansi lain.

Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko menyatakan, pihaknya tak akan menerapkan uang muka dengan besaran 0%. Menurutnya, perlunya edukasi dengan membentuk pikiran nasabah agar bertanggung jawab saat mengambil KPR.

89% Kelas Menengah Beli Rumah lewat KPR 

"Ini untuk alasan pendidikan, artinya ketika orang berkeinginan mengambil KPR, maka dia harus belajar menabung untuk bisa membayar. Jadi mengambil KPR adalah keputusan besar," katanya dalam acara Investor Summit di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/8/2018).

Dia menjelaskan, saat ini uang muka terendah yang diberikan BTN yakni sebesar 1%. Program ini pun diberikan untuk permintaan KPR tertentu.

"Kami mungkin enggak ikuti sampai 0%, KPR BTN sampai 1% kami berikan untuk spesial case," katanya.

Kendati demikian, tanpa DP 0%, perusahaan plat merah ini optimistis dapat mendorong kinerja bisnis yang didukung angka backlog di Indonesia yang masih tinggi. Selain itu, kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi opsi utama bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah.

Berdasarkan data BI menunjukkan, sebanyak 75,21% menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial. Kemudian sebanyak 16,13% memilih membeli hunian dengan skema tunai bertahap dan 8,66% dengan skema tunai.

Perjanjian Kerja Sama KPR Camden House 

“Kami pun terus melakukan berbagai inovasi dan transformasi untuk menggarap peluang bisnis yang ada. Bank BTN juga terus menggelar promosi untuk meningkatkan penyaluran kredit perseroan secara keseluruhan terutama KPR,” kata Iman.

Adapun, bisnis KPR emiten bersandi saham BBTN hingga Juli 2018 mencatatkan, penyaluran KPR dan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) sekitar Rp157,55 triliun. Posisi tersebut naik sekitar 22,07% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp129,07 triliun pada Juli 2017.

Sementara, data Bank Indonesia merekam KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya tumbuh di level 13,52% yoy per Juni 2018. “Kami meyakini akan terus mencatatkan kinerja positif di atas rata-rata dan mencapai target bisnis pada akhir tahun nanti,” tegas Iman.

Secara keseluruhan, hingga bulan ketujuh tahun ini, kredit dan pembiayaan BTN tumbuh sekitar 19,55% yoy dari Rp178,58 triliun menjadi sekitar Rp213,5 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini