nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TBIG Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I-2018

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 15:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 30 278 1943637 tbig-bukukan-pendapatan-rp2-triliun-di-semester-i-2018-IcOFc5x59d.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ist)

JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatat pendapatan sebesar Rp2,079 triliun di semester I-2018. Sementara EBITDA sebesar untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018.

Apabila pencapaian triwulan kedua ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan masing-masing mencapai Rp4,169 triliun dan Rp3,591 triliun.

Per 30 Juni 2018, TBIG memiliki 23.794 penyewaan dan 13.821 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 13.765 menara telekomunikasi dan 56 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 23.738, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,72.

“Di semester pertama tahun 2018, kami menambahkan secara organik 356 site telekomunikasi dan 861 kolokasi ke portofolio kami. Walaupun kami menambahkan 1.217 penyewaan organik di semester pertama 2018, angka penyewaaan bersih kami lebih rendah, hal ini terutama disebabkan oleh tidak diperbaharuinya penyewaan. Berdasarkan data pesanan kami, kami melihat kuartal ketiga yang kuat dan kami mempertahankan panduan pertumbuhan kami sebanyak 2.500 penyewaan untuk 2018 karena pelanggan telekomunikasi kami terus memadati dan memperluas jaringan 4G mereka di seluruh negeri,” tutur CEO TBIG Hardi Wijaya Liong, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/8/2018).

“Meskipun fokus kami adalah pada pertumbuhan organik, kami mengevaluasi semua peluang inorganik yang dapat menambah nilai bagi bisnis kami. Pada bulan April, kami mengakuisisi 19,8% saham di perusahaan menara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk sebesar Rp127 miliar. Kami juga telah membayar Rp64 miliar untuk obligasi wajib tukar untuk mengakuisisi tambahan 10% saham Gihon dari pemegang saham pendiri, yang membuat keseluruhan kepemilikan saham kami di Gihon menjadi 29,8%. Hingga akhir Juni 2018, Gihon memiliki 766 penyewa yang terdiri dari 529 menara dan 237 kolokasi, ”tambah Hardi.

Per 30 Juni 2018, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang USD yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp19.688 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp13.744 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp700 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp18.988 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp13.044 miliar.

Menggunakan EBITDA triwulan kedua 2018 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,6x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,3 kali. Kami masih terus memiliki ruang untuk menggunakan pinjaman tambahan berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan surat utang kami.

“Strategi lindung nilai kami untuk melindung nilai seluruh utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang telah memastikan pergerakan Rupiah akhir-akhir ini tidak memiliki dampak material yang merugikan terhadap bisnis maupun finansial kami. Semua lindung nilai kami tetap efektif. Bahkan, kami terus mengakses pasar obligasi Rupiah dengan tingkat bunga yang bersaing. Di kuartal kedua tahun 2018, tingkat bunga efektif kami (dengan menggunakan angka lindung utang kami) telah turun menjadi 9,6% dari 10,3% di akhir tahun 2017,” tutur Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.

 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini