nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sektor Pertambangan Diprediksi Moncer Berkah Kenaikan Harga Batu Bara

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 09:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 30 320 1943439 sektor-pertambangan-diprediksi-moncer-berkah-kenaikan-harga-batu-bara-FKz9eehwvr.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Sektor pertambangan diyakini akan membaik pada tahun ini. Hal tersebut didorong dengan terus membaiknya salah satu harga komoditas di tingkat global.

Executive Director Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) Hendra Sinadia mengatakan, membaiknya harga komoditas andalan ini bisa menjadi solusi bagi pemerintah untuk meningkatkan ekspor. Apalagi, belakangan pemerintah terus mencoba untuk mendorong ekspor guna memperbaiki neraca perdagangan yang terus mengalami defisit.

Selain itu lanjut Hendra, perbaikan harga batu bara juga bisa berdampak baik bagi masyarakat Indonesia. Sebab, akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat karena perusahaan batu bara yang kinerjanya semakin membaik.

“Selain dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor pertambangan batu bara, kenaikan harga ini juga membawa berkah bagi pelaku usaha tambang dan industri pendukung serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

 

Selain itu, membaiknya sektor pertambangan juga tidak terlepas dari tungginya permintaan akan batu bara sebagai sumber energi utama untuk pembangkit tenaga listrik. Apalagi khusus di dalam negeri, pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan batu bara untuk memasok produksinya kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Tentunya ini akan menjadi berkah bagi pengusaha batu bara. Sebab produksi batu bara yang selama ini begitu melimpah bisa semakin banyak yang akan terserap jumlahnya.

“Kurang lebih 80% batu bara ke PLN dipasok ke perusahaan besar oleh perusahaan besar. Sisanya lebih ke skala menengah dan kecil perusahaannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua II Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Bima Dwikora mengatakan perbaikan disektor pertambangan juga akan mendorong pertumbuhan bisnis disektor lainya. Bisnis alat berat misalnya, diprediksi akan semakin banyak permintaan alat berat karena semakin moncernya sektor pertambangan.

“Permintaan keseluruhan dari sektor pertambangan. Di 2019 hampir menjadi 19 ribu permintaan. Ini peluang bagus bagi agen alat berat,” ucapnya.

 

Oleh karena itu, momentum ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pelaku usaha. Salah satu upayanya adalah peningkatan produktivitas dan penggunaan teknologi yang besar harapannya dapat difasilitasi melalui penyelenggaraan Mining and Engineering Indonesia (M&E) 2018 ini.

Apalagi acara Mining and Engineering Indonesia (M&E) 2018 ini menghadirkan lintas sektor. Acara ini akan menampilkan beragam inovasi, teknologi dan jasa pertambangan sehingga mampu menjadi satu wadah pertemuan guna menciptakan peluang bisnis bagi penyedia jasa lokal maupun internasional.

"Oleh karenanya penyelenggaraan acara ini sangat membantu kami untuk bertukar informasi dan pengetahuan antarpelaku usaha," ucapnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini