nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indo Tambangraya Akuisisi Tambang Baru Demi Produksi 40 Juta Ton

Agregasi Jum'at 31 Agustus 2018 12:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 31 278 1944076 indo-tambangraya-akuisisi-tambang-baru-demi-produksi-40-juta-ton-v9G9K2gUdm.jpg Ilustrasi Tambang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Targetkan produksi batu bara 30 juta sampai 40 juta ton per tahun, mendorong PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terus menambah cadangan batu bara dengan melakukan akuisisi tambang baru. Teranyar, di kuartal II-2018, perseroan menambah cadangan batubara sebesar 77 juta ton dengan mengakuisisi 100% saham PT Nusa Persada Resources (NPR).

Direktur ITMG AH Bramantya Putra mengatakan, NPR memiliki izin usaha pertambangan untuk wilayah konsesi seluas 4,291 hektare di Kalimantan Tengah (Kaltim)yang lokasinya berada dalam Gugus Melak. Konsesi tersebut digarap bersama tiga anak perusahaan ITMG lainnya, seperti Bharinto Ekatama (BEK), Trubaindo Coal Mining (TCM), dan Tepian Indah Sukses (TIS).

“Akuisisi ini sudah kita lakukan di kuartal II-2108 dengan nilai transaksi USD30 juta,” ungkapnya di Jakarta.

Bramantya menuturkan, cadangan batu bara ini memiliki kalori 5.500 Kcal/kg. Saat ini dari total cadangan batu bara ITMG sebanyak 330 juta ton, sekitar 74% memiliki kalori tinggi 5.600-6.200 Kcal/kg dan 23% berkalori 5.000-5600 Kcal/kg. Maka volume cadangan batu bara perseroan bertambah 77,4 juta ton pada Agustus 2018 seiring dengan rampungnya akuisisi PT Nusa Perdana Reso

Pembangunan prasarana tambang direncanakan berlangsung pada tahun depan. Sedangkan untuk mulai produksi, NPR ini ditargetkan pada 2020.

Asal tahu saja, akuisisi NPR oleh ITMG juga bertujuan memacu penjualan batu bara sekaligus memaksimalkan utilisasi infrastruktur ITMG di Gugus Melak, Kalimantan Tengah. Pasalnya, perusahaan memiliki sejumlah konsesi tambang yang berdekatan seperti Trubaindo, Bharinto, dan Tepian Indah Sukses (TIS).

Sementara untuk penjualan, perseroan tahun ini akan memperluas pasar ekspor dan salatunya ke Vietnam. Direktur Keuangan dan Investor Relation ITMG, Yulius Gozali mengungkapkan, perusahaan mulai memasarkan batubara ke Vietnam di semester pertama dengan mengirim 700 ribu ton batu bara.

Sepanjang semester I-2018, ITMG menjual 9,6 juta ton batubara atau turun 12% ketimbang tahun sebelumnya. Sebanyak 1,7 juta ton batubara dipasarkan ke Jepang, 1,5 juta ton ke China, 1,2 juta ton ke Filipina, 1,1 juta ton ke India, 1,1 juta ton ke Indonesia, 0,6 juta ton ke ke Thailand, 0,5 juta ton ke Korea Selatan, dan sisanya ke negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara.

Tahun 2018, ITMG menargetkan mampu menjual 25 juta ton batubara dengan target produksi 22,5 juta ton. ITMG menjual 9,6 juta ton batubara di semester I-2018, jumlah ini turun 12% ketimbang penjualan tahun sebelumnya. Volume penjualan turun lantaran produksi batubara juga turun. Perusahaan menghasilkan 9,3 juta ton pada semester pertama 2018.

Meski begitu, perusahaan optimis bakal mencapai target yang sudah ditetapkan. ITMG juga merambah ke bisnis energi terbarukan. Di mana ada beberapa proyek saat ini yang masih dalam tahap kajian dan ada 2 fokus yaitu hydro dan solar.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini