nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bambang Hartono Atlet Kaya di Asian Games 2018 hingga Ekonomi Kalimantan Nyaris Nol

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 03 September 2018 09:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 02 320 1944952 bambang-hartono-atlet-kaya-di-asian-games-2018-hingga-ekonomi-kalimantan-nyaris-nol-15Ys6NZdPm.jpg Foto: Bambang Hartono (Okezone)

JAKARTA - Orang terkaya di Indonesia sekaligus Bos Djarum mencuri perhatian pada pagelaran Asian Games 2018. Namun kali ini bukan karena kekayaannya melainkan karena prestasinya yang berhasil meraih medali perunggu pada Asian Games 2108 untuk cabang olahraga Bridge.

Sementara itu BPJS Ketenagakerjaan yang membantah informasi yang menyebut para pekerja bisa mernaik uang sebesar Rp21 Juta. Oleh karena itu masyarakata diminta untuk tidak gampang percaya dengan infromasi tersebut.

Kemudian ada Provinsi Kalimantan Utara yang hingga saat ini masih belum juga menunjukan tanda-tanda pergerakan ekonomi. Sebab hingga saat ini perekonomian dan pergerakan industri di Provinsi baru tersebut masih tergolong sepi.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama sepekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Blak-blakan Bambang Hartono, Orang Terkaya Indonesia yang Raih Medali Asian Games


Tidak ada yang meragukan cinta Michael Bambang Hartono kepada bridge. Dalam usianya yang ke-78 tahun, keahlian pria terkaya di Indonesia itu mengantarkannya membela pasukan Merah Putih di tim bridge Asian Games 2018.

Kontribusi bos besar Djarum ini layak diapresiasi. Tampil di nomor supermixed team bersama Bert Toar Polii, Frangky Karwur/Jemmy Bojoh, dan Conny Sumampauw/Rury Andhani, Bambang meraih perunggu. Bambang dkk dinilai sudah berusaha sebaik mungkin selama bermain satu minggu di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, 21-27 Agustus lalu.

Bukan hanya itu, kerja keras Bambang agar cabang olahraga (cabor) bridge bisa dipertandingkan di Asian Games 2018 sangat luar biasa. Dia mengaku butuh perjuangan keras karena olahraga yang meng gunakan kartu tersebut sempat mendapatkan penolakan dari ber bagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Asia (OCA).

“OCA sempat menolak bridge dipertandingkan karena dianggap berbau judi.”

“Mereka baru bisa menerima setelah dijelaskan bahwa pemain kelas dunia justru berasal dari negara Islam, seperti Pakistan, Mesir, Bangladesh. Dan, olahraga ini butuh daya analisis yang cerdas,” ungkap Bambang, yang merupakan atlet tertua di kontingen Merah Putih pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu.

Perjalanan Bambang menggeluti olahraga bridge mungkin belum ada tandingannya di Indonesia. Semua berawal ketika dia masih belia atau berusia enam tahun, sekitar 1947. Ketika itu orangtuanya sedang bermain bridge di rumah, dan dia hanya menonton. Lantas, orang tuanya mengajaknya bermain karena kurang pemain.

Bambang kecil pun jatuh cinta dengan olahraga tersebut. Pria yang menjabat ketua Dewan Pembina PB Gabsi periode 2014-2018 ini mengurai alasannya terus berkiprah di bridge. Bridge bisa membentuk seseorang dalam mengasah kemampuan menganalisis.

Bridge juga membuat kita bisa memetakan kekuatan dan kelemahan lawan. Dan, yang terpenting adalah bisa menjaga daya pikir alias tidak pikun.

“Di satu sisi, kita juga bisa belajar mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang relatif singkat,” ucap Bambang. “Ternyata, pemainan bridge ini juga berguna di aspek lain, misalnya pekerjaan. Terbukti, banyak orang hebat maniak bridge, seperti Bill Gates dan Deng Xiaoping,” ungkapnya.

Hobinya tersebut membuat Bambang hingga saat ini masih terdaftar sebagai atlet nasional di cabor bridge dengan mengoleksi banyak gelar juara di skala regional, nasional, bahkan internasional.

Di PON 2012 Riau misalnya, Bambang bersama timnya berhasil meraih medali perunggu untuk bridge beregu putra. Dalam rentang waktu puluhan tahun sebagai pemain bridge, Bambang mengakui bahwa pengalaman yang paling berkesan adalah saat melakukan perjalanan maraton untuk menjalani uji coba.

Selama hampir dua bulan, dia berkeliling Eropa dan Amerika Serikat. Bambang merupakan atlet paling tajir di Asian Games 2018. Berdasarkan laporan Forbes, Maret lalu, kekayaan Bambang mencapai USD16,7 miliar (Rp225 triliun).

Selain itu, Bambang dan saudaranya, Robert Budi Hartono, menempati urutan ke-75 orang terkaya dunia versi Forbes. Bambang menyebut kekayaannya itu karena buah cinta bermain bridge.

“Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang baik dan orang sukses, main bridge,” ucap Bambang.

“Bridge itu seperti bisnis. Pertama Anda mendapatkan data dan informasi, lalu menganalisis informasi, dan kemudian Anda membuat keputusan. Jadi, bisnis, kehidupan nyata, dan bridge adalah sama,” pungkasnya.

Pekerja Bisa Tarik Rp21 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan, Benar atau Hoax?

BPJS Ketenagakerjaan mengimbau masyarakat untuk hati-hati dengan beredarnya informasi palsu (hoax) yang menyatakan pekerja bisa menarik dana Rp21 juta di BPJS.

"Info itu hoax. Kami minta agar masyarakat dan pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak mempercayainya," kata Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Irvansyah Utoh Banja di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Sebelumnya beredar informasi di grup media sosial info, "Mereka yang bekerja antara tahun 1990 dan 2018 memiliki hak untuk menarik Rp21 juta dari Badan Penvelenggara Jaminan Sosial (BPJS)".

Cari tahu apakah nama Anda ada dalam daftar orang-orang yang memiliki hak untuk menarik dana ini: https://mobr.info/bpjs.

Dia menjelaskan bahwa ini adalah informasi palsu (hoax) dari oknum tidak bertanggung jawab yang coba mengambil keuntungan dari nama BPJS. "Mohon masyarakat waspada, untuk mengecek lebih dulu segala informasi yang beredar," lanjutnya.

Dia menambahkan, informasi terkait BPJS Ketenagakerjaan bisa diakses dengan mendatangi kantor cabang, atau melalui website dan sosial media resmi atau bisa juga dengan menghubungi call center 1500910.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pewakilan pengelola resmi media sosial untuk menutup akun-akun yang terindikasi penipuan dan kriminal," kata Utoh.

Menteri Bambang: Ekonomi Kalimantan Utara Nyaris Nol

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengklaim, kegiatan industri di Kalimantan Utara sepi. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri seminar Green Building Energy Management 2018, di Universitas Multimedia Nusantara, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/8/2018).

"Kalimantan Utara (Kaltara) kegiatan industri ekonominya hampir nol kalau kita ingin menata industri, saya pikir harus diarahkan ke Kalimantan Utara. Ini harus dilakukan kenapa karena wilayah Kaltara sangat berpotensi menjadi pusat pengembangan industri," ungkap Bambang dalam seminarnya.

Bambang mengatakan, posisi Kaltara yang seperti itu, dikarenakan krisis listrik. "Kita sedang mengupayakan hal itu. Kita bicara soal suitable economy yang juga disandingkan dengan suitable social," tuturnya.

Dikatakan Bambang, dalam perencanaan mengenai pengembangan Kaltara sebagai wilayah industri, pihaknya saat ini sedang mencari investor.

"Ya kita akan melihat mana, artinya gini kita ingin antara investor listrik dan investor industri itu nyambung karena tadi mereka harus bersama-sama. Nggak bisa salah satu maju duluan, nah itu yang kita lakukan mencari investor yang bisa terlibat di dua-duanya," kata Bambang.

Ditambahkan Bambang, pemerintah juga dalam hal ini kaitannya juga dalam rangka pengembangan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan.

"Kita ingin sediakan listrik yang murah untuk dunia usaha, renewble energy. Di Jawa sudah sangat susah bikin bendungan besar, makanya kita akan kaji lagi potensi Sungai Kayan, mengingat di sana sudah kami rencanakan akan dibangun PLTA," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kaltara bersama Sumatra Utara dan Sulawesi Utara menjadi tiga provinsi yang ditawarkan Indonesia kepada para investor China dalam tindak lanjut KTT One Belt One Road (OBOR) pertengahan Mei 2017 lalu. Nilai proyek yang ditawarkan pemerintah untuk tiga provinsi itu mencapai USD206,1 miliar dengan porsi terbesar yakni untuk Kalimantan Utara sebesar USD45,98 miliar.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga pernah menilai posisi Kalimantan Utara menguntungkan, sebab terletak di lintasan laut perdagangan internasional dan berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan. Posisi wilayahnya juga langsung berhadapan dengan negara tetangga, Malaysia.

Selain itu diketahui, Kaltara merupakan wilayah pengembangan industri yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035. Area yang disebut Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan ini memiliki luas sekira 10.000 hektare dan berpotensi menjadi pusat pengembangan industri pengolahan mineral, kelapa sawit, kakao, dan perikanan.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini