nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fitch Ratings Afirmasi Peringkat Utang Indonesia di BBB

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 03 September 2018 11:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 03 20 1945135 fitch-ratings-afirmasi-peringkat-utang-indonesia-di-bbb-j7FK9SPNgi.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mengafirmasi peringkat valas mata uang jangka panjang Indonesia (rupiah) di BBB dengan outlook stabil. Dengan demikian, risiko gagal bayar utang relatif lebih rendah.

Peringkat BBB ini dikarenakan keseimbangan beban utang pemerintah yang rendah dan prospek pertumbuhan PDB yang menguntungkan di tengah tantangan eksternal, termasuk ketergantungan yang kuat pada sumber pendanaan eksternal, dan beberapa indikator struktural yang tetap berada di bawah peringkat peringkat. Demikian seperti dilansir keterangan resmi Fitch, Jakarta, Senin (3/9/2018).

Tercatat, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunganya sebesar 125 bps secara kumulatif sejak Mei 2018 dan melakukan intervensi secara agresif di pasar valuta asing, menghasilkan penurunan cadangan devisa sebesar USD13,7 miliar sejak Januari 2018 menjadi USD118,3 miliar di akhir Juli.

 

Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk menahan depresiasi Rupiah dan membendung arus modal sebagai respons terhadap penularan dari tekanan pembiayaan eksternal di pasar negara berkembang, dan menunjukkan tekad yang kuat untuk memastikan stabilitas, meskipun suku bunga yang lebih tinggi dapat datang dengan mengorbankan pertumbuhan PDB.

Tekanan inflasi domestik tetap diredam. Inflasi inti turun menjadi 3,2% pada Juli 2018 dari 3,4% pada bulan April, di bawah kisaran target inflasi (3,5% +/- 1%).

 

Kebijakan moneter dan nilai tukar BI telah membantu untuk menstabilkan aliran modal asing, tetapi pasar aset Indonesia akan tetap rentan terhadap kegelisahan pasar, khususnya mengingat prospek dari defisit neraca berjalan yang melebar dan ketergantungan pada modal asing (37,7% dari utang pemerintah mata uang lokal surat berharga diadakan di luar negeri pada bulan Juli 2018).

Fokus BI pada stabilitas nilai tukar menjalankan risiko penipisan cadangan yang lebih curam atau berkepanjangan daripada perkiraan awal kami (USD109 miliar pada akhir 2018, setara dengan 5,3 bulan pembayaran eksternal saat ini, masih di atas median BBB historis 4,9 bulan).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini