Deflasi 0,05% Menko Darmin: Kan Habis Lebaran

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 03 September 2018 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 03 20 1945471 deflasi-0-05-menko-darmin-kan-habis-lebaran-hi9i3ayREV.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pada Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 0,05% (month to month/mtm). Realisasi ini lebih rendah dari Juli 2018 yang mengalami tingkat inflasi sebesar 0,28%.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, penurunan inflasi karena didorong penurunan tarif transportasi dan harga pangan. "Jadi (harga) pangan dan transportasi, kan habis Lebaran (tarif menurun)," jelasnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta (3/9/2018).

Stabilitas harga pangan, katanya, akibat pasokan yang memadai didorong operasi pasar yang dilakukan pemerintah dalam sebulan terakhir. Hal ini merespons, data harga beras di Pasar Induk Cipinang yang terus bergerak naik.

"Pada saat itu kemudian pemerintah melakukan operasi pasar, agak besar-besaran memang supaya jangan jadi naik. Karena kalau (harga) jadi naik untuk kebalikannya jadi susah," kata dia.

Sebelumnya, BPS mencatat untuk harga beras secara umum mengalami penurunan, di mana kualitas premium turun 0,65% atau seharga Rp9.458 per kg, medium turun 0,28% atau seharga Rp9.172 per kg, maupun kualitas rendah yang turun 0,42% atau seharga Rp8.977 per kg.

Menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, penurunan harga beras disebabkan karena masih terjaganya stok beras pemerintah di PT Bulog, sehingga masih bisa melakukan operasi pasar.

"Artinya untuk operasi pasar cukup. Jadi kita ikuti tren, itu selalu naik wajar (harga gabah kering) karena itu musim tanam. Tahun lalu cadangan kita enggak bagus kayak tahun ini. Jadi kita berharap terkendali karena bobotnya gede," jelasnya.

Sementara itu, pada kelompok bahan makanan terjadi deflasi 1,10% dengan andil terhadap deflasi Agustus 2018 0,24%. Di mana komoditas yang dominan menyumbang deflasi yakni telur ayam ras sebesar 0,06% serta bawang merah sebesar 0,05%.

Deflasi juga disumbang bahan pangan yakni komoditas daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit yang masing-masing sebesar 0,02%. Kemudian komoditas sayur-sayuran yang menyumbang deflasi 0,01%.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini