nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoe Beberkan Solusi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang Perkuat Rupiah

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 19:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 05 20 1946543 hary-tanoe-beberkan-solusi-jangka-pendek-menengah-dan-panjang-perkuat-rupiah-Z51SkywNve.jpeg Foto: Hary Tanoe beri usulan strategi penguatan Rupiah (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar Rupiah menyita banyak perhatian akhir-akhir ini. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) merosot cukup tajam hingga menembus Rp14.900 per USD.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo turut memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengatasi kondisi ini. Menurutnya, pelemahan Rupiah saat ini berkaitan dengan faktor psikologis, karena pasar melihat belum ada satu strategi konkrit yang meyakinkan mereka untuk mengangkat kembali nilai Rupiah.

Untuk itu, Hary Tanoe, memberikan solusi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Hary Tanoe Bersama Ketum Parpol Pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin Tiba di KPU

Solusi jangka pendek yang digagas oleh Hary Tanoe adalah mewajibkan semua eksportir mengkonversi Dolar ke Rupiah, sejumlah prosentase lokal konten produk mereka. Ketetapan itu hukumnya wajib, bukannya sebuah himbauan, sehingga Hary Tanoe berpendapat, pemerintah bisa melahirkan regulasi terkait.

"Kalau misal kita ekspor, barang ekspor kita 60% lokal konten, 40% impor. Jadi 60% dari nilai Dolar AS yang diperoleh harus dikonversi ke Rupiah, dan itu mandatory. Toh juga uang itu nanti, juga akan dibelikan bahan bakunya dalam Rupiah juga, jadi tidak merugikan mereka," kata Hary Tanoe dalam acara INews sore, Rabu (5/9/2018).

Selain itu, pemerintah juga bisa mendorong investasi portooflio dengan membentuk tim khusus yang memahami permasalahan ekonomi, dunia usaha, dan industri. Tim khusus tersebut diterjunkan langsung untuk meningkatkan portofolio di Indonesia.

"Tim khsusus dikirim ke kantong-kantong keuangan dunia, ke Singapura, Hongkong, Tokyo, Seoul, Lpndon, Middle East, New York, Edinburgh, Glassgow, China, Boston juga. Untuk rodshow supaya mereka mau melakukan investasi portofolio di Indonesia, itu yang bisa cepat. Tapi kita harus mampu menyajikan secara secara komprehensif," imbuh dia.

Adapun untuk jangka menengah hingga panjang, untuk memperkuat nilai tukar, maka pemerintah juga perlu meningkatkan cadangan devisa, melalui peningkatan ekspor dan pengurangan impor.

Hary Tanoe mengatakan, untuk menggenjot ekspor, pemerintah bisa memberikan insentif bagi kawasan khusus, dengan insentif khusus bagi industri yang bergerak di sektor ekspor.

"Mungkin dengan kebijakan labour regulation yang lebih baik, perijinan yang lebih mudah, dan yang lain itu bisa diciptakan. Sehingga akan mendorong dunia usaha melakukan investasi yang orientasinya ekspor, sehingga memasukkan devisa," ujar Hary Tanoe.

Untuk mengurangi impor, pemerintah juga bisa melihat unsur impor yang bisa digantikan dengan produk dalam negeri.

Hary Tanoe Dampingi Jokowi-Ma'ruf Amin Mendaftar di KPU

"Kemudian mendorong perusahaan di luar negeri, untuk menambah Foreign Direct Investment (FDI) mereka ke Indonesia, itu bisa diciptakan menjadi bagian dari satu zona ekonomi khusus dengan kebijakan khusus," kata dia.

Hary Tanoe juga menuturkan, Indonesia bisa memanfaatkan perang dagang antara China dan Amerika Serikat untuk menggiring investasi dalam negeri. Sebab, banyak perusahaan di China yang berasal dari Taiwan, Jepang, dan Korea yang mendirikan pabrik di China.

"Itu perusahaan bukan China saja, itu perusahaan taiwan pabriknya juga di sana, perusahaan Jepang, perusahaan Korea, itu bisa kita approach. Kita buat tim khusus kita approach supaya mereka bisa pindahkan pabriknya ke Indonesia. Itu bisa menambah devisa uang masuk, investasi, dan bisa mencipatakan lapangan kerja juga," tandas Hary Tanoe.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini