nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Rp14.800, Pemerintah Tunda Proyek 35.000 MW

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 12:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 06 320 1946830 dolar-as-rp14-800-pemerintah-tunda-proyek-35-000-mw-tX0XzZjc6E.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

"Menyangkut aksi korporasi itu, serahkan ke Pertamina dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara,” kata dia. Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Refor Miners Institute Komaidi Notonegoro menilai, penundaan sejumlah proyek listrik 35.000 MW relatif membantu pemerintah menguatkan rupiah apabila penundaan pengadaan proyek dilakukan tahun ini.

Meski begitu, pemerintah juga perlu meninjau kembali sejauh mana pengaruh penundaan pengadaan tersebut terhadap keekonomian proyek-proyek kelistrikan. “Karena kalau ditunda kemudian ketika pengadaan ulang harga barangnya naik, maka akan membebani keekonomian proyek. Saya kira hal ini juga penting untuk ditinjau kembali oleh pemerintah,” ujar dia saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, kemarin.

Target Listrik 35 Ribu Megawatt Terus Digenjot

Menurut dia, hal sama juga akan dialami industri migas. Adapun memperketat impor proyek-proyek migas, baik dari hulu sampai hilir, harus melihat keekonomian proyek bukan saja secara jangka pendek menyelamatkan rupiah, tapi juga dampaknya terhadap peningkatan produksi migas.

“Misalnya saja proyek on stream harus segera impor pipa, tapi tidak jalan karena proyeknya ditunda. Maka ada sesuatu harus dikorbankan, yaitu peningkatan produksi. Padahal di satu sisi, pemerintah meminta produksi terus ditingkatkan,” ujarnya. Komaidi juga mengungkap, perbedaan krisis 1998 dengan kondisi fundamental rupiah sekarang.

Pada saat 1998, shock therapy-nya berat karena rupiah terdepresiasi sangat dalam. Pada September 1997, rupiah berada di level Rp3.030 per dolar AS danterdepresiasihingga254% pada September 1998 menjadi Rp10.725 per dolar AS. Sementara pada September2017, rupiah ada pada level Rp13.345 per dolar AS dan melemah hanya 11% per 3 September 2018 menjadi Rp14.815 per dolar AS.

(Nanang wijayanto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini