nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tunda Proyek Pembangkit Listrik 15.200 Mw, Ini Kata PLN

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 18:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 06 320 1947063 pemerintah-tunda-proyek-pembangkit-listrik-15-200-mw-ini-kata-pln-cI3MZuLOqQ.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah memutuskan menunda proyek infrastruktur sebagai dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tujuannya adalah untuk mengurangi impor terhadap pembanguan infrastruktur pemerintah.

Salah satu yang akan ditunda proyek pengerjaannya adalah proyek pembangunan pembangkit listrik 15.200 megawatt (mw). Artinya proyek 35.000 mw tidak akan bisa terealisasi seluruhnya oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut Direktur Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Syovie Felienty Roekman mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji proyek mana saja nantinya yang akan ditunda. Adapun proyek yang akan dihentikan nantinya adalah proyek yang baru ada ditahap financial close.

 

Sedangkan jika proyek yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan. Sebab jika dihentikan akan membuang-buang anggaran yang sudah dikeluarkan.

"Kan yang 15 ribu sekian mw itu kan yang financial close (urusan pembiayaanya tuntas)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut dia, pihaknya harus berhati hati memutuskan proyek mana saja yang harus ditunda. Sebab, pihaknya juga harus memperhatikan jumlah cadangan listrik yang ada di sana.

"Kan kita juga harus cek dan saya juga harus cek dong kalau saya itu meng-hold dulu itu selama dua tahun margin cadangannya itu cukup apa enggak?," ucapnya

 

Saat ini pihaknya terus berusaha agar target tersebut bisa segera diputuskan. Dengan perjanjian tidak akan menganggu jumlah cadangan listrik yang dimiliki oleh PLN.

"Ada beberapa yang enggak cukup. Ada yang bisa dan ada juga yang enggak bisa. Belum selesai saya simulasinya, tadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pak Jonan bilang EBT enggak boleh mundur lho. Jadi sekarang masih simulasikan dulu," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini