nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dapat Medali di Asian Games, Bisakah Bos Djarum Jadi PNS?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 19:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 06 320 1947087 dapat-medali-di-asian-games-bisakah-bos-djarum-jadi-pns-cs2ArN0mht.jpg Foto: Bambang Hartono (Koran Sindo)

JAKARTA - Pemerintah menjanjikan jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi mereka yang bisa meraup medali emas pada event Asian Games 2018. Hal tersebut semakin dipertegas dengan formasi khusus yang disiapkan oleh pemerintah dalam pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 ini.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah mungkinkah Bos Djarum sekaligus orang terkaya Indonesia, Bambang Hartono juga berpeluang untuk menjadi PNS? Wajar saja, orang terkaya di Indonesia ini ikut mengukirkan prestasi dengan meraup medali perunggu pada Asian Games 2018 untuk cabang olahraga Bridge.

Menanggapi hal tersebut Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, tidak semua atlet bisa menjadi PNS meskipun sudah membanggakan negara dengan meraup medali. Sebab, untuk menjadi seorang PNS juga perlu persyaratan persyaratan yang harus dipenuhi.

 

Salah satunya adalah usia maksimal dan minimal. Untuk menjadi seorang PNS usia seseorang minimal harus 18 tahun. Sementara untuk usia maksimal adalah 35 tahun.

Sedangkan usia Bambang Hartomo tersebut tidak masuk dalam kategori PNS. Sebab saat ini usianya sudah menginjak 78 tahun.

"Jadi tidak semua (atlet dapet medali jadi PNS) harus tetap sesuai syarat usia setiap CPNS itu minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Jadi tidak seperti atlet bridge itu tidak bisa jadi PNS," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Selain itu lanjut Setiawan, atlet tersebut harus melalui mekanisme yang berlaku. Artinya para atelte tersebut harus tetap mengikuti seleksi CPNS yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Hanya saja, para atlet tersebut mendapatkan keistimewaaan untuk bisa menjadi abdi negara. Asalkan persyaratan administrasi berhasil dipenuhi oleh yang bersangkutan.

Sebab menurutnya, pemerintah juga menginginkan agar para atlet tersebut memiliki kompetensi juga ketika menjadi abdi negara. Jangan sampai keahliannya di dunia olaharaga tidak diimbangi oleh keahlian lainnya.

 

"Tentu harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Formasi khusus untuk atlet berprestasi. Mereka masuk melalui syarat syarat yang berlaku. Mereka diperlakukan khusus ini merupakan penghargaan khusus. Kalo emang administasi ya harus dipenuhi," jelasnya

Adapun jumlah dan mekanismenya nantinya akan disesuaikan dengan jumlah atlet yang mendaftar. Pertama pemerintah akan menawarkan kepada para atlet untuk menjadi PNS.

Apabila atlet yang bersangkutan mengamini, maka langsung pemerintah menghitung jumlah atlet yang berminat. Setelah dihitung, maka jumlah tersebut lah yang akan menjadi kuota formasi untuk atlet.

"Jadi nanti kita tawarkan, kalau mereka berkenan baru kita proses (hitung)," ucapnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini