Perkuat Rupiah, Pindad & PTDI Didorong Ekspor Senjata hingga Pesawat

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 07 320 1947367 perkuat-rupiah-pindad-ptdi-didorong-ekspor-senjata-hingga-pesawat-1AN2T5wc5c.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen untuk terus mendorong ekspor produk BUMN yang bergerak di bidang industri strategis. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Adapun BUMN industri strategis yang pada tahun ini berkomitmen mengekspor produknya yakni PT Pindad (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api/INKA (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan, PT Pindad Uji Tembak Medium Tank 105MM  

"Komitmen ekspor tersebut akan tetap kami jaga demi mendukung penguatan Rupiah. Di sisi lain, ini menjadi kebanggaan bagaimana produk BUMN diakui oleh dunia," kata Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/9/2018).

Pada tahun ini, Pindad memproyeksikan dapat mengekspor produk senjata, munisi dan kendaraan tempurnya ke Thailand, Brunei, Myanmar, Korea Selatan, Perancis serta untuk mendukung misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nilai yang ditargetkan dalam ekspor ini mencapai Rp78 miliar.

 Melihat Aktivitas Teknisi PTDI Merakit Pesawat Pesanan Vietnam NC 212 i

Tak hanya itu, PT INKA telah memiliki kontrak ekspor kereta dengan Filipina dan Bangladesh dengan nilai masing-masing mencapai Rp1,36 triliun dan Rp126 miliar. Lalu, PT Krakatau Steel menargetkan ekspor baja hot rolled coil ke Malaysia dan Australia akan mencapai Rp907 miliar pada 2018.

Kemudian, Barata Indonesia yang akan mengekspor komponen perkeretaapian ke Amerika, Afrika dan Australia dengan target nilai mencapai Rp210 miliar.

"Ada pula PT Dirgantara Indonesia yang berkomitmen ekspor pesawat terbang jenis NC212i ke Filipina dengan nilai PHP 813 juta dan CN235 ke Vietnam dengan nilai USD18 juta," kata Harry.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini