nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendaftaran CPNS 2018 Resmi Dibuka hingga China Tawarkan Utang Rp891 Triliun

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 08 September 2018 09:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 07 320 1947508 pendaftaran-cpns-2018-resmi-dibuka-hingga-china-tawarkan-utang-rp891-triliun-06PnIrVpfJ.jpg Foto: Penerimaan CPNS 2018 (Setkab)

JAKARTA - Presiden China Xi Jinping menjanjikan dana USD60 miliar atau setara Rp891,36 triliun (kurs Rp14.856 per dolar Amerika Serikat) untuk membiayai proyek-proyek di negara-negara Afrika dalam bentuk investasi dan pinjaman atau utang. Dia membantah pinjaman itu sebagai perangkap utang untuk menciptakan kolonialisme baru di benua tersebut.

Sementara itu, pemerintah memastikan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 dibuka pada 19 September 2018. Kepastian tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Hotel Bidakara Jakarta pagi tadi.

Di sisi lain, Penyelenggaraan Asian Games 2018 telah usai dan berjalan dengan sukses. Sebagai tuan Rumah, Indonesia mengundang decak kagum para tamu negara. Bukan hanya prestasi yang ditoreh para Atlet Tanah Air, tetapi juga penyelenggaraan yang dinilai bagus dan aman.

 

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Tawarkan Utang Rp891,36 Triliun, China Bantah Isu Perangkap Penjajahan

Presiden China Xi Jinping menjanjikan dana USD60 miliar atau setara Rp891,36 triliun (kurs Rp14.856 per dolar Amerika Serikat) untuk membiayai proyek-proyek di negara-negara Afrika dalam bentuk investasi dan pinjaman atau utang. Dia membantah pinjaman itu sebagai perangkap utang untuk menciptakan kolonialisme baru di benua tersebut.

Menurut Xi, pihaknya terus berupaya untuk menghubungkan prospek ekonomi benua Afrika dengan negaranya.

Berbicara pada forum pertemuan para pemimpin Afrika di Beijing pada hari Senin, Xi mengatakan angka tersebut termasuk USD15 miliar dalam bentuk hibah, pinjaman bebas bunga dan pinjaman lunak, USD20 miliar dalam jalur kredit, USD10 miliar untuk "pembiayaan pembangunan" dan USD5 miliar untuk pembelian impor dari Afrika .

Selain itu, dia mengatakan China akan mendorong perusahaannya untuk berinvestasi setidaknya USD10 miliar di Afrika selama tiga tahun ke depan. "Investasi China di benua itu tidak memiliki ikatan politik," kata Xi yang membantah bahwa utang sebesar itu sebagai perangkap untuk menciptakan penjajahan atau kolonialisme baru.

"Investasi China di Afrika datang tanpa ikatan politik," kata Xi. "China tidak ikut campur dalam urusan internal Afrika dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri di Afrika."

Kepada para pengusaha sebelum pembukaan resmi Forum Kerjasama China-Afrika, Xi mengatakan inisiatif "Belt and Road" akan memperluas pasar. Dia mencoba untuk meredakan kekhawatiran bahwa Beijing ingin membangun pengaruh strategis. Dia menjanjikan investasi China datang dengan tidak ada ikatan politik.

"Unilateralisme dan proteksionisme sedang meningkat. Pertumbuhan ekonomi tidak memiliki dorongan kuat," kata Xi dalam sebuah pidato. "Kerjasama China-Afrika di bawah BRI (Belt and Road Initiative) adalah jalan menuju kemakmuran bersama yang membawa manfaat bagi kedua bangsa kita," katanya lagi, seperti dikutip Telegraph, Selasa (4/92018).

Selama pidato di forum, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa juga memberikan bantahan keras soal kekhawatiran bahwa bantuan pembangunan China di Afrika untuk menciptakan kolonialisme baru. Dia membantah pandangan bahwa kolonialisme baru sedang mencengkeram di Afrika.

Inisiatif ini melibatkan ratusan proyek, yang sebagian besar dibangun oleh kontraktor China dan dibiayai oleh pinjaman dari bank-bank milik negara China. Inisiatif ini merambah sekitar 65 negara mulai dari Pasifik Selatan melalui Asia menuju ke Afrika dan Timur Tengah.

Forum Beijing diklaim menyatukan para pemimpin dari China dan lebih dari 50 negara Afrika. Puluhan pemimpin Afrika bertemu dengan Xi sebelum konferensi.

Pendaftaran CPNS 2018 Resmi Dibuka 19 September

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, total formasi yang akan diperebutkan oleh pelamar berjumlah 238.015. Rinciannya adalah 51.271 Instansi Pusat yang terdiri dari 76 Kementerian/lembaga dan 186.744 untuk instansi daerah.

"Dalam rapat koordinasi pagi tadi, telah disampaikan bahwa pendaftaran akan dibuka 19 September 2018," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (6/9/2018).

Bima mengatakan, mengenai sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via https://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh Instansi. Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Lebih lanjut Bima menyebut jika pihaknya siap mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa mencapai 5 hingga 6 Juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta. Berdasarkan review seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar. Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga siap.

"Jumlah yang kami perkirakan sekitar 5-6 juta orang peserta.Kalau peserta lebih dari itu mungkin SSCN masih mampu menerima pendaftaran," jelasnya.

Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018 hingga saat ini direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah. Untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing Instansi sedang menginput seluruh formasi.

"Dengan demikian web sscn.bkn.go.id akan difungsikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan persyaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai dengan 18 September 2018," jelasnya.

Asian Games 2018 Habiskan Rp24 Triliun, Ini Daftar Rinciannya

Penyelenggaraan Asian Games 2018 telah usai dan berjalan dengan sukses. Sebagai tuan Rumah, Indonesia mengundang decak kagum para tamu negara. Bukan hanya prestasi yang ditoreh para Atlet Tanah Air, tetapi juga penyelenggaraan yang dinilai bagus dan aman.

Penyelenggaraan pesta olah raga tingkat internasional yang spektakuler tersebut, tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak didukung oleh anggaran yang kuat. Jika dihitung secara kasar, kebutuhan pendanaan ada banyak macamnya. Mulai dari seremoni pembukaan hingga penutupan, biaya venue, renovasi infrastruktur baik di Jakarta dan Palembang. Dari kesemuanya itu, maka menyisakan pertanyaan, berapa anggaran yang dirogoh pemerintah?

Seperti dikutip dari akun Facebook Sri Mulyani, setidaknya dibutukan total dana sekira Rp24 triliun. Penyelenggaraan event Asian Games tersebut dibiayai oleh APBN 2015-2018, yang dikelola Inasgoc bersama Kemenpora.

Berikut ini daftar pengeluaran Asian Games 2018.

1. Penyelenggaraan event Asian Games Rp8,2 triliun

Penyelenggaraan event Asian Games dibiayai oleh APBN 2015-2018 sebesar Rp8,2 triliun yang dikelola Inasgoc bersama Kemenpora. Dana tersebut digunakan Inasgoc untuk seluruh persiapan, pembukaan, penyelenggaraan, hingga penuntasan penyelenggaraan Asian Games.

2. Penyiapan/pembinaan atlet telah mendanai Rp2,1 triliun

Dana tersebut termasuk bonus bagi atlet, pelatih dan official. Pembinaan atlet memang memerlukan waktu panjang untuk latihan di dalam dan luar negeri. Hasil Asian Games 2018 menjadi batu loncatan untuk menuju Olimpiade 2020.

3. Investasi sektor konstruksi sekitar Rp13,7 triliun

Dana tersebut dikeluarkan untuk kota Jakarta dan Palembang. Pembiayaan dari APBN untuk sektor ini juga telah disiapkan sejak 2015 hingga 2018.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini