nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Pemulihan Pasca-Gempa Lombok Rp8 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 September 2018 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 10 320 1948528 dana-pemulihan-pasca-gempa-lombok-rp8-triliun-YyhMCbSstQ.jpg Foto: Rapat soal Lombok (Giri/Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana menggelar aksi lanjutan untuk perbaikan pasca-gempa Lombok yang terjadi beberapa waktu lalu. Aksi ini akan berlangsung akan dilakukan pada tanggal 12 September 2018 hingga tahun 2019 mendatang.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan saat ini pihaknya tengah menyusun rancangan draft sebagai pedoman aksi yang akan dimulai tanggal 12 mendatang. Draft tersebut nantinya akan berisi panduan, tugas, tanggung jawab Kementerian Lembaga serta anggaran yang dibutuhkan.

"Besok hari Rabu kami akan menyusun draft rancangan aksi tanggal 12. Kami akan buat rencana aksi sampai 2019. Pada dasarnya rencana aksi ini suatu dokumen yang akan mencantumkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Kementerian/Lembaga dan anggaran yang dibutuhkan," ujarnya dalam acara rapat koordinasi di DPR-RI, Jakarta, Senin (10/9/2018).

 

Willem sendiri mengaku membutuhkan dana sekitar Rp8 triliun untuk perbaikan gempa Lombok. Meskipun total kerusakannya mencapai Rp10 triliun.

"Jadi total nilai kerusakannya Rp10 triliun. Kerugiannya Rp2 triliun, butuh dana sekitar Rp8 triliun," ucapnya.

Willem sendiri mengaku saat awal terjadi gempa sudah melakukan penanganan darurat. Namun menurutnya hal tersebut belum lah cukup untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di Lombok.

"Saat penanganan darurat upaya yang telah dilakukan adalah penyelamatan dan evakuasi, kedua penanganan pengungsi, akan dilakukan sampai pemukiman diperbaiki, dalam penanganan darurat ini," jelasnya.

 

Dampak kerusakan yang paling besar adalah berada di Lombok Barat. Berdasarkan data yang ia miliki, sebanyak 167.961 rumah dilaporkan mengalami rusak berat dengan jumlah yang sudah terverifikasi sebanyak 32 ribu unit.

"Dampak kerusakan terjadi terbesar di lombok barat. Rekap verifikasi rumah rusak berat, dari laporan awal yang kami terima 167.961 yang sudah verifikasi 32.000," ucapnya.

Menurut Willem, untuk mempercepat pemulihan, pihaknya akan menyalurkan dana sebesar Rp50 juta per unit. Uang tersebut akan digunakan sebagai dana pembangunan rumah yang rusak.

"Untuk percepatan pemulihan ini maka kamienyalurkan dana stimulan untuk rumah rusak berat Rp50 juta per unit," ucapnya.

Sementara itu, selain rumah bangunan lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan. Sekitar 214 infratruktur terdampak bencana tersebut.

"Sebanyak 214 infrastruktur terdampak. Persentase kerusakan 8% jembatan, paling besar 44% adalah spam ipal irigasi. Total kerusakan pendidikan 1.194. 630 masjid mengalami kerusakan," jelasnya

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini