nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendikbud Siapkan Rp70 Miliar untuk Tunjangan Khusus Guru di Lombok

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 September 2018 16:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 10 320 1948618 mendikbud-siapkan-rp70-miliar-untuk-tunjangan-khusus-guru-di-lombok-qXfDwNph8r.jpg Mendikbud Muhadjir Effendi (Foto: Antara)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memastikan pascagempa, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Lombok harus tetap berjalan. Sebab, akan sangat merugikan jika KBM tidak berjalan karena berkaitan dengan pengetahuan anak-anak yang ada di Lombok.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan membangun sekolah sementara yang akan menjadi tempat belajar mengajar berlangsung. Di waktu yang sama pemerintah juga akan membangun sekolah permanen.

"Intinya harus kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan tidak boleh terhenti itu yang menjadi target kita. Apapun kondisinya," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Berbagi Bersama untuk Korban Bencana Gempa Lombok

Selain itu, lanjut Muhadjir, pihaknya juga menyalurkan setidaknya 21 truk untuk kebutuhan belajar mengajar di Lombok. Kebutuhan tersebut mencakup buku-buku pelajaran, alat alat tulis, seragam dan peralatan sekolah lainya.

"Kemarin saya sudah bertemu dengan seluruh kekuatan yang ada di Kemendikbud ada 21 truk yang kita bagi di seluruh wilayah terdampak termasuk Sumbawa, Sumbawa barat kemudian seluruh Lombok yang terdampak," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan tunjangan khusus untuk para guru di Lombok. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.

Presiden Jokowi: Bangun NTB Kembali dengan Konstruksi Rumah Tahan Gempa

‚ÄĚKemudian kita cairkan kita sudah setujui untuk pencairan tunjangan khusus untuk guru guru yang terdampak dan itu sesuai amanat undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen," jelasnya.

Untuk tunjangan khusus, pihaknya menganggarkan sekitar Rp70 miliar. Jumlah tersebut bisa bertambah tergantung bagaimana permintaan dan kebutuhan guru yang ada disana.

"Anggaranya sementara sekitar Rp70 miliar. Kalau memang terpaksa (nambah) nanti akan kita Carikan sumber sumber yang lain," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini