nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Gempa Lombok Dapat Keringanan KPR

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 11 September 2018 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 11 470 1949071 korban-gempa-lombok-dapat-keringanan-kpr-k3qZYYnkAW.jpg Foto: Keringan KPR bagi korban gempa Lombok (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk memberikan kelonggaran kredit di perbankan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa Lombok. Termasuk juga kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lana Winayanti mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) sedang menggodok aturannya. Aturan itu sendiri nantinya akan dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Lembaga yang mengatur bisnis perbankan.

"Iya ada pelonggaran, OJK yang bikin aturannya. Memang ada rencana pelonggaran," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Dalam aturan tersebut nantinya akan ada beberapa hal yang akan mengatur mengenai pelonggaran tersebut. Mulai sisi mekanisme hingga waktu pelonggaran kredit itu akan dilakukan.

"Saya belum tahu mekanismenya kan hari ini baru kita rapat. Memang ada pelonggaran dari OJK. Berapa lamanya juga saya belum tahu," jelasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta, kepada perbankan untuk memberikan kelonggaran kredit kepada masyarakat Lombok. Khususnya bagi masyarakat Lombok yang menjadi korban bencana gempa.

Menurut Darmin, kelonggaran tersebut sebagai bentuk empati perbankan terhadap korban bencana. Sebab menurutnya tidak etis jika masyarakat yang terkena bencana justru semakin terbebani karena harus membayar cicilan.

Libur Idul Adha, Prajurit TNI Tetap Bekerja Bantu Korban Gempa Lombok

"Jadi selalu ada ruang untuk tuk memberikan kelonggaran kalau situasi sedang mendesak," ucapnya.

Lagi pula, lanjut Darmin, perbankan juga mempunyai ruang tersendiri untuk menutupi biaya kredit lewat premi resiko. Lewat premi resiko itu pula perbankan bisa menutupi biaya kredit masyarakat Lombok.

"Bank itu juga punya yang namanya premi resiko. Jadi ada hal-hal bank itu selalu punya ruang untuk menutup biaya kalau ada hal-hal yang luar biasa terjadi," ucapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini