nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

17 Bulan Pimpin Garuda Indonesia, Pahala Jelaskan Capaian Kinerja Keuangan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 21:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 12 320 1949655 17-bulan-pimpin-garuda-indonesia-pahala-jelaskan-capaian-kinerja-keuangan-LopJAVKWkd.jpeg Mantan Dirut Garuda Pahala Mansury (Foto: Yohana/Okezone)

TANGGERANG - Setelah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 12 April 2017 lalu, kini Pahala Mansury resmi dicopot. Dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), posisi Pahala digantikan oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Resmi mengakhiri jabatannya pada hari ini, Rabu (12/9/2018), Pahala terhitung sekitar 17 bulan telah memimpin perusahaan plat merah tersebut. Pahala menyatakan, adanya perubahan direksi merupakan keputusan pemegang saham. Di sisi lain, dalam kurun waktu kepemimpinannya, kinerja keuangan perseroan dinilai dalam kondisi yang baik.

“Dari sisi kinerja sampai saat ini kami baik. Ini yang kami rasa masyarakat perlu paham, bahwa meskipun ganti manajemen, kami sebetulnya dalam satu tahun terakhir mengalami perbaikan kinerja yang cukup baik,” ungkapnya usai RUPSLB di Garuda City Center, Kompleks Perkantoran Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (12/9/2018).

pahala

Dia menjelaskan, dalam satu tahun perbaikan keuangan dilakukan dengan menurunnya tingkat kerugian hingga 60%. "Kemudian juga saat ini, biaya BBM itu naik secara yoy kalau lihat harga minyak sampai 50%. Kalau lihat, biaya (tiket) Garuda dijaga relatif lama dibandingkan dengan tahun sebelumnya," katanya.

Menurut Pahala, hal tersebut merupakan hasil negosiasi dari leasing pesawat dan renegosiasi dengan beberapa pabrikan. Selain itu, terdapat juga perbaikan kinerja perusahaan anak, khususnya Citilink.

"Kontribusi perusahaan anak kita meningkat sampai 26%," imbuhnya.

Perawatan Berkala Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta 

Selain itu, lanjutnya, juga berhasil meningkatkan diversifikasi pendapatan. Di mana pendapatan yang berasal di luar penumpang naik sampai dengan 27%, serta cargo naik 8%.Pahala juga menyebutkan, perseroan berhasil menekan jumlah insiden per 1.000 keberangkatan. Menurutnya, insiden bisa ditekan hingga 50% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, selain efisiensi di bidang keuangan, pihaknya juga tetap menjaga kualitas operasional. Termasuk ketepatan jadwal penerbangan yang berada di ranking 7-15 dunia selama periode Juli-Agustus 2018.

"Jadi di saat kita bisa melakukan upaya efisiensi, tentunya juga bisa betul-betul jaga kualitas operasional. Mudah-mudahan program kerja yang sudah ada saat ini bisa berlanjut terus. Termasuk juga renegosiasi pesawat, dan juga dengan para pabrikan," tutupnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini