nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani dan DPR Putuskan Asumsi Makro RAPBN 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 15:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 13 20 1949988 sri-mulyani-dan-dpr-putuskan-asumsi-makro-rapbn-2019-bMIcBtI3Rj.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalukan rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI membahas asumsi dasar ekonomi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Selain itu rapat juga dihadiri Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng dengan dihadiri sebanyak 14 anggota DPR dari 9 fraksi. Rapat dimulai pada pukul 14.55 WIB di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU APBN 2017 DAN PNBP Jadi Undang-Undang 

Dalam kesempatan tersebut diagendakan rapat kerja untuk pengambilan keputusan asumsi dasar ekonomi makro Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2019. Selain itu, Sri Mulyani juga akan membahas Rencana Kerja & Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) dan pembiayaan dalam RUU APBN 2019 Kementerian Keuangan.

"Kita telah adakan rapat kerja pada 10 September 2018 lalu yang dilanjutkan pendalaman masing-masing Komisi XI serta meminta jawaban tertulis dan telah diterima. Sekarang dipersilakan pihak pemerintah berikan penjelasan kembali terkait Rancangan APBN 2019," ujar Mekeng saat membuka rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU APBN 2017 DAN PNBP Jadi Undang-Undang 

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah menjabarkan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2019 pada 16 Agustus 2018 lalu. Di mana pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3%, serta inflasi pada target 3,5% plus/minus 1%.

Sementara nilai tukar Rupiah diasumsikan Rp14.400 per dolar AS, suku bunga SPN 3 bulan rata-rata 5,3%, dan harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD70 per barel.

Adapun lifting minyak bumi ditargetkan sebanyak 750 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebanyak 1.250 ribu mmcfd.

Untuk belanja negara ditargetkan sebesar Rp 2.439,7 triliun. Sedangkan pendapatan negara dan hibah Rp2.142,5 triliun, penerimaan perpajakan Rp1.781 triliun, serta defisit APBN 1,84%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini