nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Soal Rupiah, Sri Mulyani Bicara Ngerujak Mangga di Atap Rumah

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 19:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 20 1950652 bukan-soal-rupiah-sri-mulyani-bicara-ngerujak-mangga-di-atap-rumah-2bCnGoosrh.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sepekan ini dicecar banyak pertanyaan. Mulai dari pengesahan RAPBN 2019 di DPR hingga didemo oleh mahasiswa soal tumbangnya Rupiah di depan kantornya. Namun, ada aktivitas yang berbeda hari ini. Sri Mulyani tampak segar dan antusias berbicara soal masa kecilnya di Semarang, Jawa Tengah.

Dia mengungkapkan, sewaktu kecil suka sekali main di sungai dan memanjat pohon mangga. Setelah sampai di atas pohon dirinya mengambil sejumlah buah mangga.

Masa kecil Sri Mulyani itu, diceritakan di hadapan 20 siswa sekolah dasar (SD) yang mendapatkan penghargaan scientist award. Mereka berasal dari sejumlah SD yang tersebar di Indonesia. Mereka lolos seleksi dari 1.306 karya sains yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia. Hari ini para siswa cerdas tersebut berkesempatan bertemu dengan Menteri Keuangan.

 sri mulyani

"Dulu saya suka bikin rujak di atas atap, waktu dulu saya di Semarang," ujar Menkeu Sri Mulyani, di Gedung Kemenkeu, Jumat (14/9/2018).

Selain memanjat pohon dan rujakan di atas atap, Sri Mulyani juga menceritakan waktu kecil suka berimajinasi dan menulis.

Setelah menyelesaikan masa kuliah, Sri Mulyani bekerja sebagai dosen dan sebagai peneliti. Kepada para siswa SD, mantan bos World Bank itu dengan santai memberitahu bahwa dirinya masih ingat dengan penelitian pertamanya.

sri mulyani

"Dulu saya berpikir, masyarakat Indonesia mau enggak pindah rumah dari tanah (landed house) naik ke rumah susun? Kalau enggak bersedia apa alasannya? Apakah takut ketinggian, takut tidak melihat tanah?" ujar Sri Mulyani yang tengah disorot puluhan mata siswa di bawah usia 10 tahun itu.

Saat ini di kota-kota besar seperti Bekasi dan Gresik, orang sudah biasa tinggal di apartemen. "Tapi dahulu 25 tahun yang lalu belum ada. Jadi semua diatur, bagaimana mengatur penduduk yang jumlahnya belum seberapa dan saat ini sudah bertambah banyak," ujarnya.

Intinya, dia berpesan kepada para siswa, agar penelitian itu bisa bermanfaat bagi orang banyak.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini