nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Menguat, BI Masih Pantau Kondisi Ekonomi Global

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 17:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 14 278 1950571 rupiah-menguat-bi-masih-pantau-kondisi-ekonomi-global-njaI3Geyku.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari ini. Rupiah pagi ini berada di level Rp14.800-an per USD.

Terkait hal itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo mengatakan, pihaknya terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Walaupun masih ada tekanan global dari beberapa sumber.

"Alhamdulilah, kita terus jaga stabilitas Rupiah dengan penguatan sampai hari ini, tapi kami juga masih meliat tekanan global," kata Dody di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS 

Dia menjelaskan, tekanan dari berbagai sumber itu, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Di mana sampai saat ini perang dagang tersebut masih belum berlangsung. Karena AS dan China masih saling berbalas serangan.

"Ada juga tekanan global dari krisis keuangan yang terjadi di Turki dan Argentina," jelasnya.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (14/9/2018) pukul 09.25 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 6,2 poin atau 0,04% ke level Rp14.833 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.801 per USD-Rp14.840 per USD.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS 

Untuk diketahui, kurs Rupiah dinilai masih dibayang-bayangi berlanjutnya pengetatan moneter oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) yang diprediksi Fed Fund Rate akan naik 25 bps pada akhir September dan Desember.

Kenaikan ini pun akan berlanjut hingga 2019 yang diperkirakan 2-3 kali. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan ke 3,25% di 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini