nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dengan Teknologi, Tanam di Musim Kemarau Naik Dua Kali Lipat

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 12:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 14 320 1950381 dengan-teknologi-tanam-di-musim-kemarau-naik-dua-kali-lipat-E5XZmoXXuK.jpeg Mentan dan Dirut Bulog Sidak di Ps Induk Kramat Jati (Foto: Taufik)

JAKARTA- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menyatakan produksi beras pada musim kering tetap berjalan dengan baik. Di mana paradigma lama yang mengatakan bahwa kalau musim kering atau kemarau tidak ada tanam, sekarang sudah berubah.

"Sekarang ada paradigma baru dengan menggunakan teknologi baru, Kementan meningkatkan tanam di musim kering yang biasanya 500 ribu hektar menjadi 1 juta hektar, naik dua kali lipat pada saat musim kering. Saya ulangi, tanaman naik dua kali lipat pada musim kering, karena itu target kita," kata Amran di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dia menjelaskan, cara menaikkannya, Kementan membangun embung bersama Kemendes 30 ribu. Dan membangun irigasi tersier, sekunder, primer bersama kementerian PUPR yang sudah berjalan 3 tahun lebih.

"Kita membangun irigasi tersier kurang lebih 3,4 juta hektar di seluruh indonesia sudah selesai. Kita membangun sumur dangkal sumur dalam. Kita mengirim pompa, pompanisasi, ratusan ribu seluruh indonesia sehingga hasilnya adalah bisa kita tanam di musim kemarau," ungkapnya.

Melihat Aktivitas Petani Konawe Selatan pada Musim Tanam Padi Pertama di 2018

Dia menambahkan, Kementan akan tetap produksi beras di musim kemarau seperti ini. Di mana Kementan mengecek faktanya di lapangan dan di pasar supplainya masih aman.

"Sekali lagi kami pengusaha beras se-Indonesia tolong jangan ada menaikkan harga, tolong jualan ambil untung iya, target kita bagaimana petaninya juga sejahtera sekarang ini kesejahteraan petani kita perhatikan," pungkasnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini