nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Implementasi Prasarana B20 di Luar Pulau Jawa, Seperti Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 17:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 14 320 1950595 implementasi-prasarana-b20-di-luar-pulau-jawa-seperti-apa-FQ8q8jHglF.jpeg Ilustrasi Biodiesel (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku sudah mengimplementasikan penggunaan solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 20% atau biodisel 20% (B20). Termasuk juga untuk solar yang disalurkan di wilayah Kalimantan Tengah dan juga Kalimantan Barat.

Marketing Branch Manager Kalimantan Barat dan Tengah PT Pertamina (Persero) Teuku Johan Miftah mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan penggunaan B20 di wilayah Kalimantan Tengah dan Barat. Apalagi seluruh infrastruktur sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

"Sudah B20 sudah siapkan prasarana B20. Insya Allah sudah dilaksanakan," ujarnya kepada Okezone, Jumat (14/9/2018).

Menurut Johan, Pertamina menyambut baik niat pemerintah untuk pengimplementasian B20. Apalagi upaya tersebut adalah untuk mengurangi impor bahan baku khususnya untuk produksi BBM.

"Arahan dari pemerintah adalah 20% adalah biodiesel. Pertamina sekuat tenaga akan mengimplementasikan apa yang dilakukan," jelasnya.

Sebagai informasi, Mulai Sabtu 1 September 2018, Indonesia mulai menerapkan mandatori B-20. Mandatori B-20 adalah penerapan penggunaan solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 20% atau Biodisel 20% disingkat menjadi B20. Dengan begitu, semua kegiatan public service obligation (PSO) atau subsidi juga non-PSO, harus menggunakan B20.

Mandatori perluasan B20 merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi impor dan menekan defisit neraca transaksi berjalan atau current account defisit (CAD). Aturan ini tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2018, yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini