nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya, Harga Tanah Langsung Naik?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 18:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 470 1950605 ibu-kota-pindah-ke-palangkaraya-harga-tanah-langsung-naik-4iNLoXBscK.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk memindahkan ibukota dari Jakarta menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tujuannya untuk memisahkan antara pusat pemerintahan dengan pusat bisnis Indonesia.

Bupati Lamandau Katma F Dirun mengatakan adanya isu pemindahan ibukota akhir-akhir ini tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga tanah. Menurutnya, harga tanah untuk di Kabupaten Lamandau masih relatif standar.

Jikalau ada kenaikan harga menyentuh hal tersebut murni tanah yang akan digunakan untuk perkebunan sawit. Sementara tanah yang sifatnya untuk pembangunan masih belum bergerak drastis.

"Harga tanah bervariasi untuk harga tanah masih belum (mengalami kenaikan)," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Jumat (14/9/2018).

Alasan kenapa hanya untuk sawit saja harga tanah meningkat, karena sawit memiliki potensi bisnis yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, untuk 1 ton sawit saja bisa dijual dengan harga Rp1.000.000.

Sedangkan dalam sekali panen, bisa 3-4 ton untuk 1 hektare perkebunan sawit. Dalam satu bulan, panen dari kelapa sawit bisa dua kali panen yang artinya selama satu bulan, petani sawit bisa meraup hingga Rp8 juta per bulannya untuk pemilik perkebunan sawit seluas 1 ha.

Sementara untuk satu tahun, pengusaha sawit bisa mendapatkan sekitar sekitar Rp96 juta. Angka tersebut didapatkan dari Rp8 juta per bulan dikalikan 12 bulan.

"Tapi harga tanah yang di sini dipengaruhi faktor usaha perkebunan yang memiliki potensi yang sangat bagus," jelasnya.

 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini