Pindad Jajakan Mesin Minyak Goreng Higienis Seharga Rp7,5 Juta

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 17 September 2018 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 17 320 1951492 pindad-jajakan-mesin-minyak-goreng-higienis-seharga-rp7-5-juta-X09pA16K6B.jpg (Foto: Pindad.com)

BANDUNG – PT Pindad (Persero) meluncurkan mesin Anjungan Minyak Goreng Higienis Otomatis (AMH-o). Mesin tersebut merupakan hasil kerja sama BUMN antara PT Pindad (Persero) dengan PT Rekayasa Engineering yang merupakan anak perusahaan PT Rekayasa lndustri (Rekind) bergerak di bidang engineering services.

Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU di bidang produksi dan penjualan yang telah dilaksanakan pada 16 Agustus 2018. Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, mesin AMH-o dirancang untuk menjaga higienis minyak goreng eceran dan mereduksi pemakaian kantong plastik.

Selain itu, penggunaan mesin ini diharapkan dapat meningkatkan margin pedagang eceran. “Untuk tahap awal kami memproduksi 20 unit mesin per hari. Ke depan, produksi kami akan meningkat mencapai 100 unit per hari,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan, PT Pindad Uji Tembak Medium Tank 105MM

Abraham mengatakan, harga jual AMH-o bisa mencapai Rp7,5 juta sampai dengan Rp8,5 juta per unit. Harga tersebut dinilai lebih murah dibandingkan mesin impor. Selain itu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mesin tersebut sudah mencapai 65%. “Kalau impor itu bisa berkisar Rp15–17 juta,” ungkapnya.

Terkait pemasarannya, saat ini PT Pindad telah meneken kontrak dengan tiga perusahaan minyak goreng sebagai distributor melalui Letter of Intention (LoI). Ketiga perusahaan itu adalah PT Tunas Baru Lampung Tbk, PT Asianagro Agung Jaya, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

“Ada tiga perusahaan sudah berkomitmen melakukan pembelian. Polanya nanti seperti distributor tabung gas,” tuturnya. AMH-o dibuat dalam memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 9/MDAG/ PER/ 2/2016 yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah menggunakan kantong kemasan sederhana.

Sistem kerja AMH-o adalah menyalurkan minyak goreng dalam jeriken ukuran 18 atau 25 liter sesuai dengan merek dagang produsen ke kantong kemasan dalam beberapa takaran mulai dari 250 ml, 500 ml, sampai 1.000 ml, melalui filling oil system yang terdiri dari pompa, pipa fleksibel, katup solenoid, dan flowmeter.

Kunjungi PT Pindad, Menhan Ryamizard Ryacudu Latihan Menembak dengan Senjata Canggih Ini

Abraham menjelaskan, seluruh komponen dalam AMH-o telah memenuhi standard food grade. Pengoperasian AMH-o dikendalikan oleh sebuah microcomputer guna memastikan akurasi pengukuran. Microcomputer yang tertanam pada AMH-o merupakan sebuah papan layar elektronik dilengkapi beberapa tombol yang mudah untuk dioperasikan (user friendly).

“AMH-o juga dilengkapi dengan modul GPS yang bisa membantu produsen minyak goreng memonitori lokasi unit AMH-o dan volume penjualan minyak goreng, baik harian, mingguan, atau bulanan,” ujarnya. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar penjualan mesin AMH-o melibatkan perusahaan swasta se bagai distributor. Hal ini bertujuan menghindari adanya monopoli pemasaran. “Sekarang ini milik BUMN sebagai agent of development. Maka saya meminta mereka juga berbagi kepada swasta untuk menghindari kecemburuan di pasar,” ujarnya. (Oktiani Endarwati)

(Feb)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini