nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurangi Impor LPG, KESDM Imbau Masyarakat Gunakan Kompor Listrik

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 20:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 19 320 1952875 kurangi-impor-lpg-kesdm-imbau-masyarakat-gunakan-kompor-listrik-JfPNQI7CDm.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Djoko Siswanto memberikan penjelasan terkait imbauan agar masyarakat menggunakan kompor listrik.

"Kompor listrik sudah banyak di masyarakat. Jadi ini kan cuma imbauan tidak ada masalah," kata Djoko di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa Pemerintah berharap adanya kenaikan konsumsi listrik per kapita nasional menjadi 1.200 kilo watt hour (kWh) pada tahun 2019.

 

Dengan kehidupan masyarakat yang semakin modern. Hingga semester I 2018, konsumsi listrik perkapita nasional baru mencapai sekitar 1.050 kWh perkapita.

"Jadi, estimasi dari konsumsi listrik perkapita sekarang mungkin masih sekitar 1.050 kWh per kapita, dan harapannya itu bisa naik menjadi 1.200 kWh per kapita. Seperti yang dikatakan Bapak Wakil Presiden, bahwa ini kehidupan makin modern, listriknya makin lama makin besar," ujar Jonan yang dikutip Okezone dari laman ESDM.

Jonan juga mengimbau kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mempromosikan penggunaan kompor listrik kepada pelanggan baru atau pelanggan yang ingin mengonsumsi listrik yang lebih tinggi.

"Saya juga sudah menganjurkan teman-teman di PLN, kalau cari pelanggan baru, atau pelanggan yang mau konsumsi listrik lebih tinggi itu dipromosikan, misal kompor listrik," ungkapnya.

 

Dia menambahkan, Pemerintah saat ini mendorong penggunaan kompor listrik, supaya selain dapat meningkatkan konsumsi listrik, juga dapat mengurangi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Kami (Pemerintah), mendorong penggunaan kompor listrik, supaya konversi dari kompor LPG. Di mana kompor listrik, kompor induksi itu sekarang murah sekali. Harganya saya kira Rp300 ribu-500 ribu, mestinya terjangkau, kalau tidak terjangkau, ditawarkan dengan sistem cicilan oleh PLN, sehingga bisa mengurangi impor LPG nasional," tuturnya.

Jonan menuturkan, subsidi listrik saat ini dianggarkan Pemerintah masih jauh lebih kecil daripada subsidi LPG 3 kilogram, sehingga PLN harus mengupayakan konversi kompor LPG menjadi kompor listrik.

"Subsidi listrik, kalau tidak termasuk carry forward yang tahun sebelumnya itu kira-kira Rp50 triliun lebih, setahun. Subsidi LPG 3 kg tahun ini Rp67 triliun, jauh lebih besar daripada subsidi listrik. Ini yang harus diupayakan oleh teman-teman PLN sebagai operator untuk mengonversi kompor LPG menjadi kompor listrik," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini