nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Dihentikan, Akhirnya Proyek Kelistrikan 10.560 Mw Dilanjutkan

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 24 September 2018 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 24 320 1954933 sempat-dihentikan-akhirnya-proyek-kelistrikan-10-560-mw-dilanjutkan-Ggbshr81pa.jpg Ilustrasi Pembangkit Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya tetap melanjutkan proyek kelistrikan 15.200 megawatt (mw) atau 15,2 gigawatt (gw). Namun pembangunan proyek pembangkit hanya akan dilanjutkan sebesar 10,56 gw.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy N Sommeng mengatakan, setelah melakukan evaluasi ternyata, hanya 4,6 GW saja yang berpotensi ditunda dan sebesar 10,56 GW tetap dilanjutkan.

"Kita lihat mana yang sudah financial close (FC) dan mana yang belum. Ternyata ada yang harus tetap dibangun, yakni sebesar 10,56 GW dari target pengoperasian sampai 2024," kata Andy di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Dia menjelaskan, bahwa ada empat alasan pemerintah memutuskan untuk melanjutkan proyek pembangkit listrik tersebut. Pertama, adanya kesepakatan jual beli tenaga listrik atau power purchase agreement (PPA).

 

"Jadi, ada beberapa perjanjian yang sudah diteken oleh produsen listrik swasta (IPP) dan PT PLN (Persero) yang telah disepakati oleh Menteri ESDM. Karena sudah ada kesepakatan harga, pihak IPP juga sudah melakukan langkah mencari pendanaan," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa selain persoalan harga, pemerintah juga memutuskan untuk tetap membangun pembangkit yang berbasis energi baru terbarukan (EBT), untuk bisa menjaga target bauran energi.

"Misalnya, untuk pembangkit Geothermal. Pihak dari IPP sudah lebih dulu membayar sebesar UAS0,1 miliar per tahun sebagai salah satu komitmen pembangunan. Kalau dibandingkan, kurang berdampak dengan kaitannya dengan CAD," ungkapnya.

 

Dia menambahkan, untuk ketiga, persoalan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Di mana hal itu untuk membangun sebuah PLTGU dan pihak IPP sudah lebih dulu menyepakati harga dan pasokan terhadap pihak produsen gas. Namun apabila ini dibatalkan begitu saja, maka IPP harus menelan kerugian.

"Terakahir yaitu, persoalan reserve margin. Kami (pemerintah), di beberapa wilayah harus bisa menjaga cadangan suplai listrik agar pasokan listrik ke masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah memastikan menunda proyek kelistrikan 15.200 Megawatt (MW) atau 15,2 gigawatt. Proyek tersebut merupakan bagian dari program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini