Begini Cara Sri Mulyani Jaga Barang Milik Negara Jadi Warisan

Rafida Ulfa, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 26 20 1955781 begini-cara-sri-mulyani-jaga-barang-milik-negara-jadi-warisan-JehgLxKOkR.jpg Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kuliah umum mengenai Barang Milik Negara (BMN) di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 25 September kemarin.

Sri Mulyani memberikan kuliah umum tersebut dalam rangka Dies Natalis ke 63 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) bertempat di Auditorium FEB UGM Yogyakarta.

Menurut Sri Mulyani, Barang Milik Negara (BMN) adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

“Kalau kita belanja barang modal, maka hasilnya adalah barang milik negara. Kalau tahun ini kita membangun salah satu kampus, tahun depannya adalah barang milik negara,” tulisnya seperti dikutip Okezone pada Facebook resmi Sri Mulyani, Rabu (26/9/2018).

Baca Juga: Hasil Revaluasi Aset Negara 2017 Naik 217% Jadi Rp2.499 Triliun

Sesuai UU No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Menteri Keuangan bertugas mengatur pengelolaan BMN. Sri menjelaskan, Menteri Keuangan tidak hanya merencanakan, mengadministrasikan dan melaporkan tetapi juga mendayagunakan sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan program pemerintah.

“Yang namanya mengelola barang milik negara, kita harus mengatur bahwa dia memberikan value atau nilai yang mencerminkan fungsi dan bahkan kalau bisa menciptakan nilai tambah. Barang milik negara mencerminkan peradaban suatu negara,” lanjutnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Revaluasi Aset Milik Negara, Naik Jadi Rp1.800 Triliun

Dia juga mengatakan bahwa BMN mencerminkan kemampuan suatu negara untuk merencanakan dengan baik dan mencerminkan bagaimana suatu Kementerian dan Lembaga mengelola pembangunan dengan kualitas yang bagus, yang harus dijaga karena mencerminkan kepedulian antar generasi.

“Itulah yang selalu tak henti-henti kita inginkan, memberikan warisan ke generasi yang akan datang, bukan hanya pada generasi yang sekarang. Pembangunan yang banyak menceritakan nilai, karakter dan kemampuan kita sebagai bangsa dalam menjaga dan membangun tata kelola yang baik,” ujar Sri.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini