nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tunjangan Sertifikasi 630 Guru Senilai Rp7,4 Miliar Cair Oktober

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 11:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 320 1955725 tunjangan-sertifikasi-630-guru-senilai-rp7-4-miliar-cair-oktober-2lUQByircs.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

KOTAMOBAGU - Sebanyak 630 guru di Kotamobagu, Sulawesi Utara, akan menerima tunjangan sertifikasi guru (TSG) Oktober mendatang. Pemkot Kotamobagu sendiri telah menyiapkan anggaran Rp7,4 miliar.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Ratusan guru tersebut di sejumlah sekolah yakni TK sebanyak 50 guru, SD 361 guru, SMP 208 guru, dan pengawas 11 orang. “Anggaran yang disiapkan untuk pembayaran TSG kurang lebih Rp7,4 miliar,” kata Kepala Seksi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kotamobagu Ardi Datundugon kemarin. Menurut Ardi, sebelum dilakukan pencairan akan dilakukan pemutakhiran data atau validasi pada akhir September ini.

Baca Juga: Batas Perda APBD Terbit Sepekan Lagi

Jika sudah valid dan 24 jam mengajar sesuai sertifikatnya, kemudian akan diusulkan SK untuk pencairan tunjangan. “Dicocokkan dulu datanya kalau mengajarnya sesuai aturan tunjangan langsung cair,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Ke pala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu, Rukmini Simbala. Dia memastikan rencana pencairan sertifikasi guru triwulan III akan di lakukan Oktober mendatang. “Benar, sekitar ada 630 guru yang bakal menerima sertifikasi bulan Oktober,” pungkasnya.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sementara itu, hingga memasuki akhir triwulan III, realisasi anggaran Pemkot Kotamobagu baru mencapai Rp408,8 miliar atau 55,5% dari total keseluruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar Rp735,4 miliar.

Menurut Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Helfrits Lahimade, anggaran tersebut terserap pada semua kegiatan belanja daerah. Baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung. “Itu sudah termasuk hibah, gaji pegawai, bansos, bantuan anak asuh, dan proyek,” katanya. Meski masih dinilai minim, dia yakin pada akhir tahun nanti, serapan anggaran tersebut bisa maksimal. “Tren setiap tahun selalu di atas angka 90%,” ujarnya.

(Cahya Sumirat)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini