nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Hary Tanoe soal Perkembangan Industri Berbasis Digital

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 16:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 01 320 1958091 cerita-hary-tanoe-soal-perkembangan-industri-berbasis-digital-5bC3g2pVDG.jpg MNC College (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyebut teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh industri ke depannya. Sebab adanya teknologi ini, mulai menggerus seluruh bisnis transisional yang ada.

Sebagai salah satu contohnya adalah kehadiran Go-Jek yang mulai menggerus usaha tukang ojek.

"Jadi disruptif teknologi media juga karena sekarang TV juga terancam. Kalian bisa lihat TV streaming enggak? Kenapa disruptif? Karena menganggu tatanan bisnis," ujarnya dalam kuliah umum di MNC College, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Kaum Milenial Jangan Menyerah Hadapi Perkembangan Ekonomi Digital

Bukannya tanpa alasan, dirinya menyebut jika disruptif teknologi menjadi sebuah tantangan semua industri. Sebab saat ini hampir perusahaan besar di dunia berbasiskan digital.

"Akibat disruptif teknologi apa yang terjadi? Tradisional bisnis sudah digantikan. Mayoritas perusahaan terbesar di dunia itu teknologi," jelasnya.

Saat ini, perusahaan dengan pendapatan terbesar dipegang oleh Apple. Kesuksesan Apple menurut Hary Tanoe tidak terlepas dari pengembangan bisnis yang terus dilakukan oleh perusahaan.

Lalu di tempat kedua ada Amazon. Menurut Hary Tanoesoedibjo kesuksesan Amazon terletak pada penjualan barang yang menawarkan harga sama di seluruh dunia tanpa perlu membuka toko lagi.

"Kedua itu Amazon. Kita bisa beli barangnya di sini tanpa mereka izin punya toko izin usaha sekarang jadi perusahaan di dunia," jelasnya.

Baca Juga: Dahsyatnya Dampak Digital Ekonomi, Indonesia Harus Siap

Selanjutnya ada perusahaan Google di tempat ketiga dan Microsoft di tempat keempat. Sementara di tempat kelima ada Facebook, perusahaan yang baru didirikan tahun 2004 bisa mendadak menggeser keberadaan perusahaan besar tradisional yang dulu pernah berjaya.

"Nomor enam siapa? Nomor enam Alibaba. Nomor tujuh Tencent. Jadi satu sampai tujuh itu online semua," ucapnya.

Barulah di tempat kedelepan ada perusahaan bisnis minyak yakni Exxon. Padahal, perusahaan pabrik minyak ini pernah merajai bisnis dunia dengan menjadi perusahaan nomor satu di dunia.

"Nomor delapan Exxon. Pabrik minyak (tradisional bisnis), dulu saya tidak begitu yakin bahwa disruptif teknologi bisa menggantikan tradisional bisnis tapi kenyataannya seperti itu," jelasnya.

(Feb)

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini