nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Pertamax Naik, Ini Catatan dari Masyarakat

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 19:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 10 278 1962280 harga-pertamax-naik-ini-catatan-dari-masyarakat-rh4McLOkO9.jpg Foto: Okezone

BOGOR - Kenaikan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) secara serentak oleh PT Pertamina dikeluhkan warga Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, kenaikan harga ini dirasa kurang sosialisasi kepada masyarakat.

"Saya baru tahu tadi siang jam 1, pas ngisi Pertamax. Sebetulnya tidak masalah, cuma menurut saya kurang sosialisasi," kata Ayatullah (38), warga Kota Bogor, saat kepada Okezone, Rabu (10/10/2018).

Hal senada juga dirasakan oleh salah satu pengemudi ojek online, Riki (30) warga Bojonggede, Bogor. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan sosialisasi sekecil apapun terkait harga BBM.

"Ya harusnya mau gimana pun BBM kebutuhan pokok. Informasi sekecil apapun harus sosialisasi, takut terjadi kekhawatiran enggak jelas nanti," ungkap Riki.

 Baca Juga: Harga Pertamax Naik Rp900 Jadi Rp10.400/Liter

Sementara itu, salah satu pengawas SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Irwan mengatakan tidak ada dampak antrean maupun pasokan pasca adanya kenaikan harga BBK ini.

"Tidak ada (antrean), hanya saja tadi ada beberapa polisi datang untuk menanyakan stok saja," ujar Irwan.

 

Meski demikian, pihaknya mengaku bawah kenaikan BBK kali ini memang terkesan mendadak dan kurang disosialisasikan kepada masyarakat.

"Dapat info dari grup whatsapp SPBU jam 11 siang naik, kita langsung ganti papan harga bensin. Agak kaget biasanya jam 12 malam, jarang di siang hari. Sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan," tutupnya.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Pertamax Tak Berlaku di Lombok dan Palu

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi serentak di Indonesia terhitung mulai pukul 11:00 WIB siang tadi.

Kenaikan itu terjadi pada Pertamax Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter. Sementara, jenis Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite tidak naik.

Namun, pemerintah tidak menaikan harga di daerah yang terdampak bencana alam seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini