nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenaikan Harga Pertamax Bisa Kikis Kerugian Pertamina

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 08:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 320 1962219 kenaikan-harga-pertamax-bisa-kikis-kerugian-pertamina-zugxWkdcNZ.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO.

Pengamat Energi Mamit Setiawan mengatakan, kenaikan harga BBM Pertamax series itu, sudah tepat, karena saat ini harga minyak dunia yang terus naik dan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

"Jadi, kenaikan ini bisa mengurangi potensial loss Pertamina terkait dengan bisnis BBM," kata Mamit kepada Okezone, Kamis(11/10/2018).

 Baca Juga: Harga BBM Premium Naik Jadi Rp7.000/Liter

Dia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax itu, nantinya tidak akan dibarengi oleh kenaikan listrik. Pasalnya golongan yang subsidi tidak akan mengalami kenaikan karena terlalu riskan.

"Untuk golongan non subsidi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), kemungkinan besar akan mengalami penyesuaian mengingat PLN pun terdampak akan melemahnya rupiah dan juga naiknya harga BBM. Tapi saya kira, PLN akan berpikir kembali jika memang akan ada penolakan dari masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, harga jual eceran (HJE) formula Pertamina terlalu tinggi, dibanding HPP (harga pokok penjualan) BBM di pasar internasional.

"Berarti itu menandakan Pertamina tidak efisien dan patut diduga ada kebocoran dalam pengadaan dan proses produksi BBM," kata Ahmad Safrudin kepada Okezone.

Baca Juga: Harga BBM Pertamax dan Dex Naik, Pertalite Tidak Ikut Naik

Dia menjelaskan, pihaknya melihat Pertamina saat ini kurang efisien dalam penjualan premium. Bahkan semua produks BBM Pertamina tak efisien terbukti HPP nya lebih tinggi dari HPP international.

"Jadi hasil temuan BPK bahwa Pertamina rugi Rp26,3 triliun bukan, karena harga ketetapan Pemerintah terlalu murah. Melainkan karena Pertamina tidak efisien dan atau patut diduga ada kebocoran seperti mark up dan lain-lain," jelasnya.

Sebelumnya, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus USD80 dolar per barel, di mana penetapannya mengacu pada Permen ESDM Nomor 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.

Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. Harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa dilihat pada website Pertamina.

Sementara itu, untuk harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini