nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Pertamax Cs Naik, Lebih Murah Dibanding BBM di Malaysia?

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 10:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 13 320 1963516 harga-pertamax-cs-naik-lebih-murah-dibanding-bbm-di-malaysia-BtFEMiTnw2.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah resmi menaikan harga Bahan Bakar Khusus(BBK) Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO pada tanggal 10 Oktober 2018.

Terkait hal itu, Politisi PKB yang juga juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Razman Arif Nasution mengatakan, persoalan kenaikan BBM Pertamax, tidak bisa melihat secara poin per poin, namun harus dilihat secara general atau dari tingkat dunia.

"Kita lihat BBM di Malaysia, itu sekarang lebih tinggi dibanding di Indonesia. Oleh karena itu, perkembangan global yang begitu cepat mau tidak mau mereka menaikkan beberapa Ringgit," kata Razman pada acara Polemik MNC Trijaya dengan tema 'BBM & Situasi Kita' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Premium Ditunda, Waspadai Penimbunan

Padahal, lanjut dia, Malaysia dalam pengurusan BBM paling sedikit dan rakyat sangat terbantu sekali. Dengan demikian, aspek ini harus dinaikkan dengan tingginya BBM ini keekonomian, paling mendasar itu adalah Pertamax, Pertamina dex dan Pertalite.

"Kita juga ingin kenaikan harga BBM Pertamax jangan dipolitisir oleh beberapa pihak," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, alasan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO, karena harga mengikuti mekanisme pasar.

Dengan demikian, ketika terjadi harga minyak mentah dunia terus naik, maka harga BBM tak berubsidi menyesuaikan harga kenaikan.

"Jadi yang disesuaikan Pertamax, Pertamax Turbo juga Pertamax dan Pertadex. Karena bertahun-tahun sebelumnya juga ini Pertamax series jenis bahan bakar umum yang mekanismenya dilepaskan kepada pasar," jelas dia dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali.

Baca Juga: Presiden Jokowi Telepon Pak Jonan Batalkan Kenaikan Harga Premium


Dia menjelaskan, kenaikan ini ditujukan untuk masyarakat menengah ke atas, mengingat pengguna menengah ke bawah masih akan tetap menggunakan BBM bersubsidi yakni Premium dan Solar.

"Ini kan untuk konsumsi kalangan menengah ke atas, jadi pemerintah juga menyerahkan kepada mekanisme pasar untuk penyesuaian harga pertaseries," katanya.

 

Seperti yang diberitakan Okezone, PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO. Mulai hari ini dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

Melansir keterangan Pertamina, Rabu (10/10/2018), sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik. Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik.

Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus USD80 dolar per barel, di mana penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp12.250 per liter, Pertamina Dex Rp11.850 per liter, Dexlite Rp10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter.

Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. Harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa dilihat pada website Pertamina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini