nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertemuan Menteri Bidang Pangan ASEAN Lahirkan 3 Kesepakatan

Rafida Ulfa, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 16:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 13 320 1963618 pertemuan-menteri-bidang-pangan-asean-lahirkan-3-kesepakatan-Axd7oHzFui.jpg Foto: Kesepakatan Menteri Bidang Pangan ASEAN (Dok Kementan)

HANOI - Pangan menjadi isu penting bagi pemimpin-pemimpin negara seluruh di dunia. Selain menjaga ketersediaan bahan pangan, pembangunan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Baik untuk masing-masing negara maupun di kawasan.

Sebagai salah satu organisasi penting di kawasan Asia, ASEAN pada 11-12 Oktober 2018 menyelenggarakan sedikitnya 3 pertemuan pemimpin-pemimpin negara kawasan untuk membuat kesepahaman dan kerjasama di bidang pangan.

Baca Juga: Kembangkan Pertanian di Kepri, Mentan Targetkan Ekspor ke Singapura

Pemerintah Indonesia menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman selaku Ketua AMAF Indonesia, memimpin delegasi Indonesia yang terdiri atas pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Luar Negeri.

 

Para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN, di tambah 3 negara Tiongkok, Jepang, dan Kora Selatan menghadiri 3 pertemuan. Masing-masing pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-40 (40th AMAF), kedua ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three ke-18 (18th AMAF+3) dan ketiga ASEAN-China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary ke-6 (6th ASEAN-China MM on SPS).

"Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemantapan ketahanan pangan di kawasan, dengan menyepakati perpanjangan kerja sama ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR), sebagai mekanisme penanganan keadaan bencana di kawasan ASEAN," ujar Amran dalam pidatonya di hadapan para delegasi seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

 Baca Juga: RI Kembangkan Teknologi Sulap Rawa Jadi Lahan Pertanian

Sebagai bukti komitmen kerjasama bidang pangan para menteri melakukan penandatanganan tiga kesepakatan, yakni:

1. Protokol Amandemen Perjanjian APTERR, terkait kesepakatan perpanjangan kontribusi tahunan APTERR periode 2018-2022 dan mekanisme ke depannya;

2. ASEAN-China MoU on Food and Agriculture Cooperation periode 2018-2023, serta

3. MoU ASEAN-FAO on Strengthening Cooperation in Agriculture and Forestry.

 

Di sela-sela pertemuan AMAF, Indonesia juga berkesempatan untuk melakukan pertemuan Bilateral dengan Pemerintah Brunei Darussalam.

"Dengan Brunei pembicaraan kami fokus pada pengembangan pertanian di wilayah perbatasan. Khususnya untuk komoditas tanaman pangan, ternak dan sawit," ungkap Amran.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini