World Bank Sumbang Rp15,1 Triliun Pulihkan Daerah Terdampak Bencana

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 14 20 1963855 world-bank-sumbang-rp15-1-triliun-pulihkan-daerah-terdampak-bencana-JwNBUScbsY.jpg Masjid di Lombok Roboh pascagempa (Foto: BNPB)

BALI - Bank Dunia telah mengumumkan pendanaan hingga USD1 miliar atau Rp15,1 triliun (Rp15.100 per USD) bagi Pemerintah Indonesia untuk melengkapi upaya bantuan dan rekonstruksi di daerah-daerah yang terkena dampak bencana di Lombok dan Sulawesi, dan untuk meningkatkan ketahanan jangka panjang.

Pendanaan akan tersedia berdasarkan permintaan oleh Pemerintah. Ini akan dipandu oleh hibah sebesar USD5 juta atau Rp74,7 miliar untuk bantuan teknis dan perencanaan terperinci untuk memastikan rekonstruksi yang kokoh dan dipimpin oleh masyarakat.

โ€œPada hari Jumat saya mengunjungi kota Palu di Sulawesi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sangat sedih melihat kehancuran dan mendengar kisah-kisah mereka yang terkena musibah,โ€ kata Chief Executive Officer Bank Dunia, Kristalina Georgieva, pada keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (14/10/2018).

Baca Juga: Pasokan Listrik di Sulteng Pasca-Gempa Sudah Pulih 85%

Paket dari Bank Dunia ini dapat mencakup transfer tunai kepada 150.000 keluarga miskin yang terkena bencana untuk jangka waktu antara 6 bulan hingga satu tahun. Pembesaran sistem perlindungan sosial yang ada ini dirancang untuk mendukung ekonomi dan pekerjaan lokal selama fase pemulihan dan untuk menghindari kerusakan jangka panjang terhadap modal manusia.

โ€œUpaya bantuan segera dari pemerintahan Indonesia sangat kuat dan mengesankan. Ketika memasuki fase rekonstruksi, kami menyediakan hingga USD1 miliar untuk dukungan komprehensif yang tersedia bagi Indonesia. Peringatan terbaik bagi mereka yang kehilangan nyawa adalah membangun kembali dengan lebih baik.โ€ ujarnya.

Baca Juga: Ada 4 Lokasi Hunian Aman di Palu dan Donggala Pasca-Gempa & Tsunami

Paket bantuan sebesar USD1 miliar yang diusulkan ini juga dapat mencakup program pemulihan darurat baru untuk membiayai pembangunan kembali fasilitas publik yang penting dan aset infrastruktur, seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan, jalan raya, dan infrastruktur pasokan air.

Bantuan ini juga akan memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini, dan membantu membiayai rekonstruksi permukiman perumahan dan infrastruktur dan layanan di tingkat lingkungan.

"Pemerintah menghargai perhatian dan dukungan masyarakat internasional pada saat kami membutuhkan, termasuk dari Kelompok Bank Dunia. Memulihkan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat yang terkena bencana alam adalah prioritas utama pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

(Feb)

Bank Dunia juga memiliki keahlian yang mendalam dan khusus di bidang pengembangan instrumen keuangan canggih yang dapat mengelola risiko, dan penyangga fiskal untuk mempersiapkan apabila terjadi bencana alam. Indonesia bertujuan untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana alam dan Bank Dunia berharap untuk kemitraan yang berkelanjutan dengan Indonesia.

Bank Dunia baru-baru ini menyimpulkan laporan kebutuhan kerusakan awal yang menilai distribusi kerusakan geospatial yang terjadi, dan perkiraan biaya infrastruktur, properti perumahan dan non-perumahan yang terkena dampak Tsunami di Sulawesi.

Perkiraan kerugian fisik adalah sekitar USD531 juta (Rp8,07 triliun), sebagai berikut:

Rumah tinggal - sekitar USD181 juta atau Rp2,75 triliun

Sektor non-perumahan - sekitar USD185 juta atau Rp2,82 triliun

Infrastruktur - sekitar USD165 juta atau Rp2,5 triliun.

Laporan awal ini adalah perkiraan kerugian ekonomi pertama berdasarkan analisis ilmiah, ekonomi dan teknik. Ini tidak memperhitungkan hilangnya nyawa, kehilangan lahan, atau gangguan terhadap ekonomi melalui pekerjaan yang hilang, mata pencaharian dan bisnis, dan merupakan masukan pertama untuk mendukung perencanaan pemulihan dan rekonstruksi bagi Pemerintah Indonesia.

โ€œHari ini, sebagai negara keempat terpadat di dunia - dan sekarang negara berpenghasilan menengah - Indonesia telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membuat kemajuan signifikan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Dengan bekerja sama dengan pemerintah pada ketahanan, pemulihan bencana dan kesiapan kami bertujuan untuk membantu memastikan bahwa Indonesia melanjutkan jalur ekonomi lebih baik lagi,โ€ kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A. Chaves .

(Feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini