Share

Kisah Heidi dan Guy Dirikan Bisnis Teknologi Storygami

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 320 1967169 kisah-heidi-dan-guy-dirikan-bisnis-teknologi-storygami-DRGGmNoVNV.jpg Storygami (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA – Pada tahun 2013 Guy dan temannya, Heidi, mendirikan Storygami Limited. Ini adalah perusahaan rintisan yang memungkinkan pembuat video dan penerbit untuk menambahkan konteks ke video mereka.

Pengguna dapat menambahkan galeri gambar, artikel, dan beberapa panggilan langsung ke dalam video. Guy bercerita bahwa dia dan Heidi adalah seorang pemimpi. Guy mengaku usaha ini didirikan dengan modal mimpi dan nyali gila.

Dikutip The Show, Guy juga sempat menjadi desainer produk yang menghabiskan sebagian besar waktunya di San Francisco. Sebelumnya, keduanya bekerja sebagai pembuat film dokumenter di daerah pascakonflik untuk menceritakan narasi hak asasi manusia yang kompleks dengan video daring.

Baca Juga: Ingin Bisnis Ternak? 5 Hewan Bisa Jadi Pilihan

“Rasa frustrasi yang kami rasakan sebagai storyteller , dan kendala yang kami temukan dalam media video, membuat kami menjelajahi teknologi yang dapat membantu kami mengubah video menjadi lebih baik. Ini adalah sesuatu yang universal seperti kisah pendiri lainnya: kami sedang membangun sesuatu yang kita inginkan ada di dunia,” katanya, dikutip storygami.com.

Guy pun mengatakan dia dan Heidi terus berusaha membuat produk yang bagus, basis pengguna berbayar, dan tim yang hebat. Keduanya juga lulus dari salah satu akselerator top Silicon Valley, 500 Startups . Selama bertahun-tahun keduanya juga terus mencoba mencari cara baru bagi perusahaan media dan pembuat video untuk menambahkan konteks pada video yang mereka hasilkan.

Baca Juga: Salon Muslimah Banyak Dicari, Intip Peluang Bisnisnya

“Pesan kami bergaung dengan banyak orang dan kami punya banyak orang yang membayar. Tetapi sayangnya tidak cukup, terutama dalam iklim saat video bergeser ke dalam media sosial dan karena internet secara lebih luas menjadi kurang terbuka dan independen,” ujarnya.

“Kami akan terus mendukung siapa saja yang membantu para pekerja seni mendapatkan bayaran untuk konten mereka dan membantu menjadikan internet tempat yang lebih baik untuk percakapan penting,” imbuhnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini