nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyaluran Kredit Perbankan Tembus Rp5.137 Triliun hingga September 2018

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 10:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 01 320 1971832 penyaluran-kredit-perbankan-tembus-rp5-137-triliun-hingga-september-2018-pjwoKWs7wI.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA– Penyaluran kredit perbankan pada periode September 2018 tercatat sebesar Rp5.137,2 triliun atau tumbuh 12,4% (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,9% (yoy).

Peningkatan penyaluran kredit terjadi pada debitur korporasi dan debitur perorangan dengan pangsa masing-masing 50,1% dan 45,6% dari total kredit.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, pertumbuhan kredit korporasi tercatat sebesar 14,3% (yoy) meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar13,8%( yoy). Demikian juga kredit untuk debitur perseorangan tumbuh 10,4% (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 9,8% (yoy). Berdasarkan jenis penggunaannya, peningkatan terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi.

”Kredit modal kerja (KMK) tercatat tumbuh meningkat dari 12,6% (yoy) menjadi 13,5% (yoy) terutama disebabkan akselerasi penyaluran KMK pada sektor perdagangan, hotel, restoran (PHR) dan sektor industri pengolahan,” ujar Agusman di Jakarta.

Baca Juga: BI Sebut Kredit Perbankan September Tumbuh 12,7%, Sektor Ini yang Terbesar

Sementara itu, KMK sektor PHR mencatat akselerasi pertumbuhan dari 10,1% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 11,5% (yoy). Menurut dia, akselerasi itu terutama didorong oleh KMK yang disalurkan pada perusahaan perdagangan eceran makanan, minuman, dan tembakau di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

Akselerasi pertumbuhan juga didorong KMK yang disalurkan untuk sektor industri pengolahan tercatat mengalami kenaikan dari 12,4% (yoy) menjadi 13,9% (yoy) didorong oleh pertumbuhan subsektor industri pemintalan, pertenunan, pengolahan akhir tekstil di Jawa Barat serta subsektor industri pupuk di wilayah Jawa Timur.

Kredit konsumsi (KK) pada September 2018 tumbuh 11,5% (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy) terutama disebabkan akselerasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kredit multiguna (yoy). Di tengah akselerasi penyaluran kredit, kata dia, kredit properti mengalami perlambatan dari 15,5% (yoy) menjadi 14,8% (yoy), terutama disebabkan kredit konstruksi dan kredit real estat.

Baca Juga: Permintaan Kredit Baru Turun ke 21,2% di Triwulan III-2018, Sebelumnya 90,3%

”Pertumbuhan kredit konstruksi melambat dari 19,2% (yoy) menjadi 18,0% (yoy) terutama pada konstruksi bangunan jalan raya di Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujarnya. Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penyaluran kredit pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tercatat mengalami peningkatan. Posisi kredit UMKM pada September 2018 tercatat sebesar Rp925,5 triliun atau tumbuh 9,4% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 8,5% (yoy). Menurut Agusman, kenaikan kredit UMKM terjadi baik dalam bentuk modal kerja maupun investasi.

Berdasarkan skala usahanya, pertumbuhan kredit untuk skala menengah mendorong pertumbuhan kredit UMKM dengan pertumbuhan 5,2% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya 3,4% (yoy) disusul kredit usaha mikro yang meningkat dari 15,1% (yoy) menjadi 15,3% (yoy) pada September2018. Kredit UMKM skala kecil tumbuh melambat dari 11,1% (yoy) pada Agustus 2018 menjadi 10,9% (yoy) pada September. Peneliti Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah menambahkan, sejak awal tahun lalu CORE memperkirakan kredit tahun ini akan berada dikisaran 11–12% yang ditopang membaiknya harga komoditas.

”Selama tiga bulan terakhir tahun ini diperkirakan kredit akan sedikit melambat,” kata Piter saat dihubungi kemarin. Hal ini setidaknya sudah ditunjukkan penurunan investasi pada kuartal III tahun ini. Penurunan investasi ini menggambarkan perlambatan permintaan kredit. ”Perlambatan ini akan berlanjut sampai dengan kuartal IV-2018,” ujarnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini