Share

Ekspor Pertanian RI Naik 4,8% per Tahun

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 01 320 1972083 ekspor-pertanian-ri-naik-4-8-per-tahun-FqPbPa0svB.jpg Foto: Ekspor Pertanian (Dok Kementan)

JAKARTA - Selama empat tahun terakhir, kinerja ekspor pertanian menunjukkan kinerja yang membanggakan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada kurun waktu 2014 – 2017, volume ekspor produk pertanian meningkat 4,8% per tahun.

“Pada tahun 2017, volume ekspor mencapai 41 juta ton, meningkat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 36 juta ton. Ini tentunya sesuatu yang perlu kita semua syukuri,” ungkap Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian I Ketut Kariyasa, Kamis (1/11/2018).

 

Kariyasa meyakini tren positif akan kembali berlanjut di tahun ini. Hingga bulan September kemarin, volume ekspor produksi pertanian untuk tahun 2018 sudah bertengger pada angka 31 juta ton.

“Kami prediksi volume ekspor pertanian 2018 akan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Tidak hanya dalam bentuk volume, nilai ekspor produk pertanian juga disebut Kariyasa terus meningkat dengan kenaikan 2,2% per tahun. Pada tahun 2014, nilai ekspor produksi pertanian Rp446,9 triliiun. Nilai tersebut meningkat pada tahun 2017 menjadi Rp475,9 triliun.

“Bahkan bila dibandingkan 2016, nilai ekspor produksi pertanian Indonesia pada tahun 2017 meningkat sebesar 24%,” terang Kariyasa.

 

Peningkatan nilai ekspor produk pertanian diperkirakan Kariyasa akan masih berlanjut pada tahun 2018 ini. “Sampai bulan September, nilai ekspor sudah mencapai USD22 miliar atau setara dengan Rp330 triliun,” jelasnya.

Indonesia juga tercatat terus mengalami surplus dalam perdagangan produk pertanian setiap tahunnya. Sebagai contoh pada tahun 2017, Indonesia mengalami surplus perdagangan produksi pertanian sebesar Rp228,6 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp118,5 triliun.

“Dengan demikian pada tahun 2017 surplus perdagangan produk pertanian Indonesia meningkat sebesar 92,9% dibanding tahun 2016,”ungkap Kariyasa.

Meningkatnya volume, nilai, serta surplus perdagangan produksi pertanian Indonesia tersebut merupakan cerminan upaya dan kerja keras yang telah dan sedang dilakukan pemerintah. Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman berupaya meningkatkan produksi pertanian untuk mendorong ekspor.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kita harus bisa memanfaatkan momentum di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar. Akselerasi ekspor akan sangat menguntungkan bagi petani dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Kariyasa.

 Baca Juga: Mentan Pangkas Izin Ekspor Komoditas Hortikulura dari 13 Hari Jadi 3 Jam

Selain mendorong peningkatan produksi, baru-baru ini Kementerian Pertanian juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kemudahan perizinan eskspor. Pengurusan izin yang tadinya memerlukan waktu pengurusan sampai 312 jam, sekarang hanya tinggal menjadi 3 jam.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para eksportir untuk memacu eskpor produk pertanian ke depan,” ujar Kariyasa.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini