Share

Pertamina Tetap Rilis Global Bond Rp11,3 Triliun?

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 02 November 2018 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 02 278 1972420 pertamina-tetap-rilis-global-bond-rp11-3-triliun-ixRKnS4zCh.jpg Kantor Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah diminta untuk membatalkan penerbitan surat utang (obligasi) global yang sempat direncanakan. Tapi ternyata, surat utang tersebut telah mendapat peringkat utang dari Fitch, yang merupakan salah satu bagian dari penerbitan obligasi global tersebut.

Fitch Rating telah menetapkan peringkat BBB dengan outlook stabil untuk obligasi Pertamina senilai USD750 juta setara dengan Rp11,3 triliun (kurs Rp15.100 per USD) dengan kupon 6,5% hingga 2048. Obligasi ini merupakan bagian dari program medium term note Pertamina dengan total nilai USD10 miliar.

Baca Juga: IFC Terbitkan Komodo Bond Rp2 Triliun, untuk Apa?

Peringkat ini dirilis Fitch pada Kamis 1 November 2018. Padahal, pada hari sebelumnya, Rabu 31 Oktober, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pihaknya meminta Pertamina untuk mundur dari penerbitan global bond ini. Pasalnya, bukan karena tidak laku, tapi ia menilai Pertamina tidak perlu memaksakan diri dengan memberikan suku bunga yang tinggi.

"Jadi bukan karena tidak laku tapi karena bungannya terlalu tinggi jadi saya mengatakan tidak," ucapnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu 31 Oktotber 2018.

Pertamina menawarkan global bond ini dalam denominasi dolar AS kepada investor global di AS dan Eropa. Dengan demikian, di tengah depresiasi Rupiah yang dapat terjadi sewaktu-waktu membuat bunga surat utang yang dibayarkan dalam dolar AS menjadi semakin mahal.

Baca Juga: Rupiah Anjlok Rp14.000, Bagaimana Rencana Terbitkan Samurai Bonds?

Apalagi menurut dia, Pertamina belum membutuhkan pendanaan dari penerbitan global bond ini. Dengan demikian, penerbitan global bond dengan bunga yang tinggi justru tindakan yang hanya membebankan Pertamina.

"Waktu itu Bu Nicke telepon saya, ini bunganya akan jauh lebih tinggi daripada PLN. Saya bilang kamu kan tidak butuh duitnya sekarang? Ya sudah kamu mundur saja dari pasar," ucapnya.

Dia melanjutkan, ketimbang menerbitkan global bond yang memerlukan biaya mahal untuk pembayaran bunganya, maka Pertamina dapat memanfaatkan dana dari perbankan asing.

"Saya katakan mundur saja kamu kan tidak butuh uangnya, ngapain kamu bayar mahal sesuatu yang kamu tidak perlu. Kamu bisa tarik sesuatu fasilitas yang masih ada di perbankan asing," kata dia.

Rencananya, global bond tersebut akan diterbitkan dalam dua tenor di mana dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk mendanai investasi jangka panjang di sektor hulu minyak dan gas (migas) dan panas bumi.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini