nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Gempa Lombok Banyak yang Berminat Pada Program Risha

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 05 November 2018 18:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 05 470 1973643 korban-gempa-lombok-banyak-yang-berminat-pada-program-risha-njK2ZZVHYW.jpeg Program Rumah Instan Sederhana Sehat (Foto: PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, para korban gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) banyak yang memilih pembangunan hunian tetap (huntap), dengan menggunakan program Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

"Banyak sekali yang berminat pada program Risha. Di mana kita (pemerintah), mengajukan tiga opsi kepada para korban yakni, Risha, Rika dan Riko. Dari tiga-tiganya mereka suruh milih. Rupanya banyak yang milih Risha," ujarnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Baca Juga: Kenalkan Risha, Rumah Instan Tahan Goncangan Gempa

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen), Citpa Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat menyatakan, bahwa ada sekitar 45.000 program Risha yang diperlukan masyarakat Lombok NTB. Di mana jumlah rumah yang terdampak gempa bumi itu sekitar 75 ribu.

"Jadi, diperkirakan 45.000 yang memerlukan risha. Tapi sekarang kita sedang meningkatkan produksi, melibatkan kontraktor lokal, sementara bisa dipercepat. Sedangkan untuk produksinya sekarang baru 40-50 unit per hari, padahal kebutuhannya bisa 400-500 per hari," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fasilitas publik serta rumah masyarakat di sejumlah daerah terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan pemerintah untuk masyarakat membangun rumahnya yang hancur akibat gempa sudah banyak yang disalurkan dan ratusan rumah sudah dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Gempa Kembali Guncang Lombok, Menteri PUPR Andalkan Risha

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah daerah terdampak gempa di Lombok, menyatakan, saat ini telah terbentuk 563 kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan dan tersebar pada 7 kabupaten/kota di NTB. kelompok masyarakat (Pokmas) .

Pembentukan Pokmas merupakan bagian dari pelibatan masyarakat untuk menjamin akuntabilitas bahwa penerima bantuan tepat sasaran, yaitu korban bencana yang rumahnya rusak berat. Masyarakat secara gotong royong atau yang dikenal dengan metode Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) akan membangun rumah dengan teknologi rumah tahan gempa didampingi tim beranggotakan sembilan orang terdiri dari Tim Balitbang PUPR, TNI/Polri, fasilitator, relawan, dan mahasiswa KKN Tematik.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini