Share

Ekspor Produk Kehutanan Capai USD52 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 08 320 1974926 ekspor-produk-kehutanan-capai-usd52-miliar-xOQHZFxmdJ.jpeg Pelabuhan. Foto: Shutterstock

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan total nilai ekspor produk kehutanan berstandar Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) hingga 24 Oktober mencapai USD52 miliar.

Kementerian ini juga mencatat telah menerbitkan 920.133 Dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT yang menyertai ekspor produk kehutanan ke pasar dunia. Inovasi SILK merupakan platform online pertama di dunia untuk penerbitan dokumen penjaminan legalitas kayu.

Baca Juga: 32 Perusahaan RI Perkenalkan Produk Unggulan ke Importir China

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Karena inovasi adalah satu dari tiga elemen pokok kemampuan daya saing, selain resources dan efektivitas manajemen,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam rilisnya.

SILK merupakan sistem pelacakan disusun untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan di perdagangkan. Dengan sistem ini, maka akan menjamin legalitas produk kayu sehingga dapat meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia.

Defisit Neraca Perdagangan 

“Kita satu-satunya negara yang sudah pakai sistem legalitas kayu dalam perdagangan kayu di Eropa sehingga tidak perlu lagi due diligence,” ungkap Menteri Siti. Diketahui, KLHK meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Menteri LHK Siti Nurbaya saat pembukaan International Public Service Forum di Jakarta, kemarin. Penghargaan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini berhasil diraih KLHK melalui inovasi SILK yang menjadi solusi untuk menjawab tantangan global perdagangan kayu legal.

Top 40 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018 merupakan inovasi yang di kategorikan out standing (terpuji) hasil seleksi dari Top 99. SILK berhasil terpilih dari 2.824 inovasi yang ikut kompetisi.

Baca Juga: Ekspor Pertanian RI Naik 4,8% per Tahun

SILK juga menjadi satu-satunya inovasi pelayanan publik wakil dari Indonesia yang dikirim Menpan-RB ke OECD dalam kompetisi “Observatory of Public Sector Innovation” tingkat dunia. “Jadi, saya sampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran staf atas kerja kerasnya.

Menyusun sistem dan pola legalitas kayu ini cukup lama, baru jadi 2-3 tahun ini, setelah perintisannya sejak 11-12 tahun lalu,” kata Menteri Siti. Meski mendapat banyak tantangan, tapi ditegaskan Menteri Siti, pihaknya tetap yakin inovasi SILK bisa memberi kontribusi terbaik bagi Indonesia.

“Memang dibutuhkan keberanian dan keyakinan diri. Saya saat memutuskannya yakin dan artikulasinya memang berat, tapi kita terus bekerja yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.

(Sudarsono)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini