nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Twice As Good As Man

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 16:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 20 1975647 sri-mulyani-twice-as-good-as-man-7SSTTaK4ZS.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perempuan memiliki stereotip yang membuat dipandang lemah. Oleh sebab itu, penting untuk perempuan menunjukkan kemampuannya melebihi laki-laki, sebab perempuan juga punya potensi meningkatkan perekonomian.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam acara Indonesian Women’s Forum 2018: Bringing the Best of Indonesia Women.

Dia menjelaskan, perempuan memang selalu dipuji dan dihormati tapi juga dipandang lemah lembut dan dianggap tak mampu melakukan segala sesuatu. Pandangan tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh belahan dunia.

Baca Juga:  Jualan Kosmetik, Wanita Ini Masuk Jajaran Orang Terkaya Versi Forbes

Sri Mulyani mengutip tulisan Marcus Mabry dalam bukunya yang berjudul Twice As Good: Condoleezza Rice and Her Path to Power Bargain Price, dikatakan perempuan harus menunjukkan kemampuannya dua kali lipat dari laki-laki.

"Kalau Anda ingin suatu jabatan atau posisi, kalau Anda perempuan maka Anda harus 'twice as good as man'. Harus tunjukkan Anda dua kali lebih baik maka orang akan menyadari Anda memang bagus," jelasnya di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Dia menyatakan, secara kompetensi dan pengetahuan, perempuan tak bisa dibedakan dengan laki-laki. Oleh sebab itu, perempuan memiliki hak yang sama untuk memiliki karier yang tinggi seperti laki-laki.

"Perempuan itu tidak berbeda (dengan laki-laki) dari kompetensi dan pengetahuan. Tapi juga memang berbeda karena memang berdandan, psikologisnya berbeda dari pria," katanya.

Baca Juga: Menteri Hanif Senang Pengusaha Perempuan di Indonesia Semakin Banyak

Menurutnya, karakteristik wanita yang berbeda dengan pria itu merupakan keunikan. Hal itu menjadi kekuatan bagi perempuan untuk berperan.

"Perempuan itu biasanya lebih empati. Gunakan keperempuanan anda secara tepat sebagai aspek yang buat anda kuat dan kredibel. Anda harus punya kompetisi dan pengetahuan, dan dengan kekuatan Anda sebagai perempuan itu buat Anda jauh lebih kuat membuat perubahan," paparnya.

Dia menyatakan, dunia masih didominasi laki-laki, hal ini terlihat dari jumlah pekerja wanita yang lebih sedikit. Di Indonesia partisipasi tenaga kerja dari laki-laki 83% sedangkan tenaga kerja dari perempuan 54%. Penghasilan perempuan juga lebih rendah 38 kali dari laki-laki.

"Kita sebgai perempuan harus merasa bersatu untuk menciptakan ruang untuk orang lain maju, sehingga menambah kapasitas pekerja perempuan," katanya.

 Baca Juga: Presiden Jokowi : Pengusaha Wanita Indonesia Semakin Maju

Pasalnya, semakin banyak perempuan memiliki kesempatan bekerja dan berpenghasilan, maka akan meningkatkan taraf hidupnya. "Bahkan juga berdampak menambah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)," katanya.

Dia mengibaratkan perempuan dan laki-laki seperti sepasang sepatu. Keduanya harus sejajar dan berdampingan untuk bisa berfungsi.

"Seperti sepatu kiri dan kanan, kalau cuma satu sisi yang dipakai itu enggak ada artinya apa-apa. Kalau hanya laki-laki yang berfungsi itu enggak ada artinya. Semua bisa kalau laki-laki dan perempuan sejajar," katanya.

"Jadi kesetaraan gender bukan hanya membuat perekonomian membaik tapi juga sesuatu yang rasional, berdampak, dan hal yang bagus," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini