nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Defisit Transaksi Berjalan Naik 3,37%, Sri Mulyani: Permintaan terhadap Barang Impor Meningkat

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 20:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 20 1975783 defisit-transaksi-berjalan-naik-3-37-sri-mulyani-permintaan-terhadap-barang-impor-meningkat-A3xfGltmtN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah merilis defisit neraca transaksi berjalan di kuartal III-2018, kembali mengalami pelebaran. Tercatat sebesar USD8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa, pihaknya akan terus melihat dengan adanya hal tersebut. Di mana kebutuhan ekonominya ternyata juga sangat meningkat.

"Jadi, di satu sisi kita senang bahwa pertumubuhan ekonomi, kita tinggi tapi, konsekuensinya kan permintaan terhadap barang-barang impor juga meningkat. Saya selalu sampaikan kita harus terus menerus melakukan review dan fleksibilitas saja terhadap apa yang kita lihat," ujarnya di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: Defisit Neraca Transaksi Berjalan Meningkat 3,37%, BI: Masih Batas Aman

Dia menjelaskan, dalam suasana normal kalau capital flow nya sudah muncul lagi sebetulnya itu tidak ada masalah. Pasalnya untuk tetap akan tidak mengorbankan pertumbuhan ekonomi terlalu besar. 

"Jadi dalam hal ini kita mencari keseimbangan yang hati-hati dan oleh karena itu tiap bulan kita harus melakukan review aja terhadap statistiknya. Mempelajari berbagai permintaan barang-barang yang di impor itu baik migas maupun non migas," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merilis defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2018 meningkat sejalan dengan menguatnya permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2018 tercatat sebesar USD8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB.

Baca Juga: Survei BI: Penjualan Eceran di September 2018 Tetap Optimistis

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar USD8,0 miliar atau 3,02% terhadap PDB. Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III-2018 tercatat 2,86% terhadap PDB sehingga masih berada dalam batas aman.

 

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini