Di Hadapan Pengusaha, Menteri LHK: Kita Lalui Masa-masa Sulit Karhutla

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 13 320 1977397 di-hadapan-pengusaha-menteri-lhk-kita-lalui-masa-masa-sulit-karhutla-7vzCaZgIFi.jpg Foto: Menteri LHK Siti Nurbaya/Okezone

JAKARTA - Berbagai langkah koreksi di sektor kehutanan terus dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya dalam mengatasi kebakaran hutan dan tata kelola gambut. Untuk pelaksanaannya di lapangan tidaklah mudah, karena banyak kebijakan dan ketegasan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang tidak hanya menyasar masyarakat, namun juga dunia usaha.

''Kita rasakan hurt (sakit), sadness (sedih), anger (marah) dan segala macam perasaan yang bercampur aduk ketika itu, namun hasilnya sekarang bisa kita rasakan bahwa kebakaran hutan di Indonesia telah dapat dikelola dengan baik oleh semua pihak, di bawah kepemimpinan langsung Bapak Presiden Jokowi,'' kata Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Baca Juga: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Kurangi Kemiskinan

Pasca Karhutla dahsyat tahun 2015, pemerintah mengambil langkah-langkah cepat seperti moratorium lahan gambut, memperkuat penegakan hukum, melibatkan semua pihak termasuk dunia usaha dalam hal pengendalian Karhutla, dan banyak usaha lainnya.

Hasilnya cukup signifikan, dari tahun 2016 hingga 2018, Indonesia berhasil menghindari Karhutla secara Nasional, setelah sebelumnya rutin terjadi selama hampir 20 tahun. Bahkan Indonesia berhasil menjadi contoh bagi dunia internasional, dalam upaya penyelamatan lahan gambut.

Kebakaran Hutan Akibat Lontaran Batu Pijar dari Kawah Gunung Agung 

''Tentu saja kontribusi langkah dunia usaha sangat signifikan dan sangat penting. Terima kasih atas kerjasama yang baik meskipun cukup rumit dan complicated kita lewati, sampai-sampai harus ke PTUN, Mahkamah Agung dan demo-demo lapangan,'' ungkap Menteri Siti Nurbaya.

Namun, hal itu sudah dilalui itu semua dan ke depan kita hadapi berbagai tantangan dalam industri kehutanan secara luas, bersama-sama dalam kesejukan.

Menteri Siti Nurbaya lantas membandingkan persoalan Karhutla yang kini justru sedang dihadapi oleh banyak negara lainnya di dunia. Contohnya saja Amerika Serikat, yang sedang menghadapi Karhutla dahsyat di California, yang terus meluas hingga lebih dari 80 ribu ha hutan terbakar, dengan 23 orang korban tewas berdasarkan laporan terkini.''Semoga California bisa segera melalui masa-masa yang sangat sulit itu,'' doa Menteri Siti Nurbaya.

Baca Juga: Ke Italia, Menteri LHK Bicara Pengelolaan Hutan Indonesia

''Kita berterima kasih kepada Tuhan, Indonesia telah melalui masa-masa sulit kebakaran hutan dan lahan dengan baik. Saya berharap, tahun 2019 dan seterusnya jangan ada lagi masa-masa sulit karhutla, karena implikasinya yang cukup berat, bagi masyarakat, bagi kita semua dan juga bagi Indonesia sebagai negara anggota di dunia internasional,'' tambahnya

Selain itu dikatakan Menteri Siti Nurbaya, sektor industri kayu atau hutan telah memberi kontribusi besar dalam struktur ekonomi dan PDB. Secara keseluruhan sumbangan sektor kehutanan dalam PDB Nasional didominasi kayu, meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2017. Dari Rp74,6 triliun tahun 2014, menjadi Rp 82,3 triliun tahun 2015, dan Rp 87,4 triliun tahun 2016, serta Rp91,6 triliun di tahun 2017.

''Di tahun 2018, sebagai informasi bahwa kontribusi pada PDB sebesar Rp 47,2 T pada Triwulan II hingga akhir Juni 2018,'' ungkap Menteri Siti Nurbaya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini