nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor Terbesar RI dari Jepang, Nilainya USD446 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 13:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 15 320 1978197 impor-terbesar-ri-dari-jepang-nilainya-usd446-juta-AXbyLMGiJe.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju impor pada bulan Oktober 2018 sebesar USD17,62 miliar. Melonjak 20,60% dari posisi September 2018 sebesar USD14,60 miliar.

Bila dibandingkan dengan realisasi impor Oktober 2017 bahkan naik 23,66% yang sebesar USD14,25 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, kenaikan impor didorong sektor migas yang naik 26,97% sebesar USD617,8 juta. Sedangkan sektor non migas naik 19,42% sebesar USD2,39 miliar.

 Baca Juga: Impor Indonesia Bengkak 23% Jadi USD17,6 Miliar

Impor nonmigas pada Oktober 2018 berasal dari 13 negara utama dengan total nilai USD11,63 miliar. Mengalami kenaikan USD1,6 miliar atau 16,46% dibandingkan periode September 2018.

 

"Kenaikan ini disumbang oleh impor dari negara Jepang yang meningkat 33,72% di Oktober 2018," jelas Kecuk, sapaan akrabnya dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Kamis (15/11/2018).

 Baca Juga: Ekspor RI Naik 5,87% Jadi USD15,8 Miliar di Oktober

Secara rinci, tiga negara utama penyumbang laju impor yakni Jepang sebesar USD446,4 juta atau 33,72% dari September 2018, China sebesar USD433 juta atau naik 11,71%, dan Korea Selatan sebesar USD163,4 juta atau naik 28,56%.

Sementara, penurunan impor terbesar berasal dari negara Pantai Gading yakni turun USD12,6 juta, Swiss turun USD19,7 juta, dan Niue yang turun USD20,9 juta.

  Baca Juga: Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit USD1,82 Miliar

Untuk diketahui, secara kumulatif Januari-Oktober 2018 nilai impor mencapai USD156,39 miliar atau mengalami peningkatan 23,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor migas mencapai USD5,4 miliar atau naik 27,72% dari periode sama tahun lalu, sedangkan nonmigas USD24,2 miliar atau naik 22,58%.

"Impor kita memang tinggi dan ini sudah jadi perhatian pemerintah dengan terapkan beberapa paket kebijakan," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini