nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Pemutihan Tunggakan Pajak Kendaraan di Jakarta, Jangan Disia-siakan!

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 14:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 16 20 1978725 ada-pemutihan-tunggakan-pajak-kendaraan-di-jakarta-jangan-disia-siakan-rhaGQh6xpn.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pemutihan pajak kendaraan dan bangunan. Pemilik kendaraan yang menunggak pajak dibebaskan hingga 15 Desember 2018.

“Kami memberikan kemudahan. Tujuannya agar masyarakat mudah membayar pajak,” ujar Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Jakarta Barat Eling Hartono, kemarin.

Penghapusan pajak terdiri atas sanksi administrasi PKB, sanksi administrasi BBNKB, dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2). Adanya penghapusan pajak diperkirakan animo masyarakat di delapan kecamatan di Jakarta Barat akan meningkat.

Untuk memuluskan program tersebut, sosialisasi mulai dilakukan dengan menyebar spanduk, pamflet, hingga mendatangi langsung penunggak pajak secara door to door. “Ini kesempatan baik untuk membayar pajak. Jadi, jangan sampai disia-siakan,” ucapnya.

Eling mengatakan periode Januari-14 November 2018 tercatat sebesar Rp2,6 triliun uang pajak berhasil dihimpun dari target mencapai Rp2,9 triliun. Artinya, pencapaian pajak 89,15%.

Wacana Ganjil Genap untuk Pengendara Sepeda Motor

Pendapatan pajak yang dikumpulkan dari PKB dan Surat Ketetapan Pajak (SKP) sebesar Rp1,6 triliun atau 88,47% dari target Rp1,8 triliun. Untuk BBNKB, pendapatan pajak Rp1,03 triliun atau 91,27% dari target Rp1,12 triliun.

Dari 140 unit kendaraan mewah yang menunggak pajak diantaranya mobil Roll Royce senilai Rp8,8 miliar dan Ferrari 12 Ber letta Rp7,8 miliar. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf menyambut baik program pemutihan pajak karena dapat melancarkan beberapa program miliknya seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan Electronic Registration and Identification (ERI).

“Kan ada registrasi ulang kendaraan. Kalau mereka bayar pajak, registrasi pasti dilakukan,” ujarnya. Registrasi kendaraan sangat diperlukan dalam sistem ETLE dan merupakan bagian dari ERI. Dengan registrasi valid, pengiriman sasaran tilang akan tepat sasaran.

Selain itu, mengacu Pasal 74 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Pasal 110-114 Peraturan Kapolri (Perkap) No 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor maka kendaraan bermotor yang telah melebihi masa aktif selama lima tahun plus dua tahun akan menjadi kendaraan nonaktif.

“Bahasa kasarnya kendaraan itu menjadi kendaraan tak bersurat alias bodong,” ucapnya.

Untuk membantu Pemprov DKI dan menyisir penunggak pajak, Ditlantas akan melakukan tilang setiap kendaraan yang menunggak. (Yan Yusuf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini