nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengembang Mulai Padukan Gaya Pemasaran Digital dan Konvensional

Agregasi Sabtu 17 November 2018 09:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 16 470 1978951 pengembang-mulai-padukan-gaya-pemasaran-digital-dan-konvensional-JyCeS5G54s.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Berkembangnya tren digital hari ini seolah sudah menjamur ke segala sisi. Gaya hidup manusia pun lambat laun berubah menjadi lebih praktis dan efisien. Hingga akhirnya, aktivitas yang semula bersifat konvensional perlahan digantikan dengan serba online.

Dalam kegiatan ekonomi, hadirnya beberapa situs belanja online, portal properti, situs reservasi tiket pesawat dan masih banyak lagi, juga menjadi segelintir bukti yang menunjukkan bagaimana masyarakat sangat membutuhkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Tren dunia online, dikatakan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti, dalam sebuah acara di BSD, Jumat (2/11/2018), tidak hanya mampu memengaruhi gaya hidup orang Indonesia semata.

“Lebih dari itu, berpengaruh juga terhadap cara pelaku usaha dalam memasarkan atau menjual suatu produk, tak terkecuali properti. Sektor ini menjadi salah satu sektor yang tumbuh sangat pesat. Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi yang rata-rata mencapai 5,15% dalam lima tahun terakhir serta tingginya daya beli masyarakat di bidang properti, telah meningkatkan pertumbuhan jasa konstruksi selama tiga tahun terakhir mencapai lebih dari 30%,” terang Tjahya seperti dilansir dari laman Rumah.com.

Mengikuti arus tren dan kebutuhan pasar yang berlaku, para pengembang properti pun sudah mulai menyesuaikan teknik marketing¬-nya dengan mengadopsi gaya digital. Meski begitu, tetap saja cara konvensional belum bisa diabaikan sepenuhnya lantaran masih punya efektivitas yang mumpuni.

“Contohnya pameran sebagai media pemasaran. Ini (pameran) tidak hanya dapat dilihat, tapi juga bisa divisualisasikan oleh calon konsumen. Namun balik lagi, cara konvensional satu ini akan berhasil apabila pengembang mampu mengemas booth dan gimmick yang bagus, sehingga bisa merangsang konsumen untuk merasa ingin tahu akan produk yang dipasarkan,” ujar Hermon Simanjuntak, Marketing & Sales Division Head PT Bakrie Swasakti Utama.

Teknik konvensional lainnya yang masih diklaim ampuh dalam pemasaran properti, imbuh Simon, adalah networking yang dilakukan demi menjaring konsumen potensial sampai referral.

Selektif Memilih Media Pemasaran

Di lain sisi, menghadapi fakta bahwa kebutuhan akan digital marketing sudah sangat tinggi, pengembang Bakrie Swasakti Utama dalam mempromosikan proyek The Masterpiece dan The Empyreal ikut memanfaatkan sejumlah channel berbasis daring tanpa terkecuali lewat media sosial.

The Masterpiece dan The Empyreal merupakan apartemen siap huni yang dibangun untuk menjawab keinginan masyarakat atas hunian yang tenang dan nyaman di jantung kota Jakarta. Apartemen ini menyasar konsumen dari kalangan ekspatriat, profesional, pebisnis, eksekutif muda maupun investor.

Apartemen ini dilengkapi beragam fasilitas kelas atas sekelas hotel bintang lima. Mulai dari kolam renang, private lift, taman dan trek jogging, hingga sistem keamanan canggih yang beroperasi selama 24 jam.

“Untuk mengekspos The Masterpiece dan The Empyreal kepada khalayak luas, kami sudah melakukan berbagai mekanisme seperti content marketing, SEO, social media ads, targeting audience, hingga google ads. Uniknya, dengan digital marketing kami bisa menjangkau audiensi sesuai dengan pangsa pasar yang ingin kami tuju, mulai dari jabatannya, kepemilikan mobil mewah, kota, umur, sampai pendidikannya,” imbuh Hermon.

Dalam menjalankan metode digital marketing, Bakrie Swasakti Utama memanfaatkan berbagai channel seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan portal properti.

“Banyak kemudahan bagi masyarakat di era saat ini untuk mengakses informasi yg dibutuhkan hanya dengan smartphone atau perangkat lain. Untuk itu kami sebagai pengembang harus pandai memilah-milah media digital mana yang sesuai dengan proyek properti yang kami kembangkan. Apalagi selalu ada hal baru di dunia digital yang patut dicoba dan dievaluasi efektivitasnya,” katanya.

“Apalagi mengingat proyek kami The Masterpiece dan The Empyreal punya target konsumen yang sangat terbatas. Satu hal, yang bisa membuat ini sukses adalah bagaimana kami mengemas satu content marketing agar menarik dan bisa menarik konsumen baru,” tukasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini