nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenaikan Suku Bunga BI Pertimbangkan Inflasi Bukan The Fed

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 18 November 2018 12:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 18 20 1979396 kenaikan-suku-bunga-bi-pertimbangkan-inflasi-bukan-the-fed-YCm7IjUw9g.jpg Konferensi Pers Hasil RDG Bank Indonesia (Foto: Giri)

SOLO - Bank Indonesia (BI) menyebut penyesuaian suku bunga acuan tidak hanya bergantung dengan keputusan Bank Sentral AS (The Fed).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menjelaskan, penyesuaian suku bunga acuan itu, apabila bicara preemptive, ahead the curve. Di mana jangan pernah berpikir BI ini berhadap-hadapan dengan The Fed. Sebab, BI bergantung kepada data (data depedence).

"Kita membuat kebijakan terkait suku bunga acuan dengan mempertimbangkan risiko inflasi dan pergerakan nilai tukar serta penilaian terhadap kondisi perekonomian domestik maupun global terkini," ujarnya di Solo, Minggu (18/11/2018).

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga, Bos BEI: Alhamdulillah

Maka itu, lanjut dia, pemahaman atas data perekonomian tersebut yang akan digunakan untuk memutuskan kebijakan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate.

"Seperti kita lihat, pada saat The Fed menaikkan suku bunga acuan pada pertengahan tahun 2018. Kita (BI) tidak ikut menyesuaikan, karena berdasarkan data tidak ada urgensi untuk ikut menaikkan," jelasnya.

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 0,25% Jadi 6%

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia (BI) pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global, Rapat Dewan Gubernur pada 14-15 November 2018 untuk menaikan 0,25% BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 6,00%," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini