nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Naik hingga 7%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 15:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 21 20 1980710 suku-bunga-acuan-bi-diprediksi-naik-hingga-7-5tk4ZfsDKl.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Centre of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) akan terus meningkat hingga 7% akhir tahun 2019.

Hal tersebut didorong nilai tukar Rupiah yang masih terus tertekan di 2019, sehingga memicu Bank Sentral melakukan pengetatan moneter untuk stabilisasi.

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menyatakan, suku bunga acuan BI akan melanjutkan kenaikan 3-4 kali di 2019.

"Suku bunga acuan Bank Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan sebanyak 3-4 kali ke kisaran 6,75% hingga 7% pada akhir tahun 2019," kata dia dalam acara Core Economic Outlook 2019 di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga BI Pertimbangkan Inflasi Bukan The Fed

Tercatat, sepanjang 2018 BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 175 bps pada bulan Mei Juni, Agustus dan terakhir pada November sehingga kini berada di level 6,00%.

Piter menjelaskan, tekanan nilai tukar Rupiah di 2019 dorong kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian karena perang dagang, harga minyak mentah yang cenderung meningkat, dan ketatnya likuditas global. Sementara di sisi domestik perekonomian nasional masih mengalami defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Secara keseluruhan sepanjang tahun 2019 nilai tukar Rupiah rata-rata akan berada di kisaran Rp15.200 per USD. Ini masih lebih lemah dibandingkan dalam asumsi APBN (yang Rp15.000 per USD)," jelasnya.

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 0,25% Jadi 6%

Menurutnya, suku bunga acuan yang terus meningkat ini akan mendorong semakin tingginya suku bunga kredit. Kondisi ini selanjutnya akan mempengaruhi laju pertumbuhan penyaluran kredit perbankan.

"Diperkirakan kredit perbankan akan turun ke kisaran 10%-11%, sedikit melambat dibandingkan proyeksi tahun 2018," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini