nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos OJK ke Bank: Tak Perlu Panik dan Khawatir soal Kenaikan Suku Bunga

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 16:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 23 20 1981856 bos-ojk-ke-bank-tak-perlu-panik-dan-khawatir-soal-kenaikan-suku-bunga-uG9dWNJgxX.jpg Foto: Ketua DK OJK Wimboh Santoso (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 175 bps pada bulan Mei Juni, Agustus dan terakhir pada November 2018, berada di level 6,00%.

Di mana kenaikan bunga acuan tersebut, akan diikuti oleh suku bunga di perbankan nasional baik bunga kredit maupun bunga simpanan.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, bahwa kenaikan suku bunga acuan itu, sifatnya hanya sementara. Dan tak perlu dikhawatirkan.

"Kenaikan ini, hanya sementara, pasalnya kita sudah naik berkali-kali. Kita ingat Mei 2013 itu suku bunga naik. Namun pelan-pelan berangsur turun. Maka itu kita ber harap ini bisa normal secara cepat," ujarnya di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga: Perbankan Tak Langsung Ikuti Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Dia menjelaskan bahwa perbankan harus bisa lebih terukur dalam menaikkan suku bunga itu. Dan efisiensi oleh bank lebih baik dilakukan untuk bisa mengubah suku bunga.

"Kita lihat, kompetisi perebutan likuiditas memang akan terjadi. Namun tidak perlu khawatir, sebab ini masih longgar dan tidak perlu panik," tuturnya.

Sebelumnya, Centre of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan terus meningkat hingga 7% akhir tahun 2019.

 Baca Juga: Kadin: Pengusaha Sudah Antisipasi Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Hal tersebut didorong nilai tukar Rupiah yang masih terus tertekan di 2019, sehingga memicu Bank Sentral melakukan pengetatan moneter untuk stabilisasi.

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menyatakan, BI akan melanjutkan kenaikan 3-4 kali di 2019.

"Suku bunga acuan Bank Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan sebanyak 3-4 kali ke kisaran 6,75% hingga 7% pada akhir tahun 2019," kata dia dalam acara Core Economic Outlook 2019 di Graha Niaga.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini