nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Durian di Malaysia 'Membunuh' Harimau Malaya?

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 06:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 26 320 1982934 industri-durian-di-malaysia-membunuh-harimau-malaya-NUwkqpQn7q.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA – Pemerintahan Malaysia mendorong pertanian durian dalam skala besar. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan ekspor durian hingga 50% pada 2030.

Melansir dari CNBC, Selasa (27/11/2018) dengan banyaknya permintaan durian dari China, bisnis durian ini bertranformasi menjadi bisnis dengan skala besar hingga ratusan hektare (ha).

“Industri durian bertranformasi dari lokal menjadi global, pertanian skala besar dengan banyaknya permintaan dari China. Sebelum booming, pertanian durian Malaysia hanya sekedar pertanian untuk rekreasi Sekarang, sudah ratusan ha dan semakin besar ke depannya,” kata Lim Chin Kee, konsultan industri durian.

Baca Juga: Ini Rahasia Bawa Durian ke Pesawat Tanpa Bau

Salah satu konsumen pizza durian di Shanghai Helen Li, mengungkapkan bahwa dirinya membenci durian sebelumnya.

“Awalnya aku juga membenci durian karena aku pikir baunya aneh. Namun saat kau menyantapnya, itu (durian) sangat enak. Aku rasa mereka yang membenci durian hanya takut dengan baunya. Namun saat kau mencobanya, pendapatmu akan berubah,” ungkapnya.

Malaysia mencatat kurang dari 1%, namun ekspektasi penjualan ke China akan melonjak hingga 22 ribu ton di tahun 2030 dari tahun ini yang sudah mencapai hampir 15 ribu ton.

Baca Juga: Durian Lokal vs Impor, Mana Paling Laku?

M7 Plantation, perusahaan swasta yang baru berdiri tahun lalu mengembangkan 10 ribu ha perkebunan durian di Gua Musang, rumah bagi durian Musang King di timur Kelantan dengan penjualan satu pohon durian seharga 5 ribu ringgit (USD1.200).

 

Chief Executive M7 Plantation, Ng Lee Chin menjelaskan bahwa perusahaannya didirikan karena melihat potensial pembelian dari China.

“Kami mendirikan perusahaan karena kami melihat potensi industri dengan target utamanya adalah China,” pungkasnya.

 Baca Juga: Delay karena Bau Durian, Ini Tanggapan Sriwijaya Air

Namun dengan perluasan perkebunan durian karena maraknya permintaan, hal ini membahayakan kehidupan hutan dan binatang karena adanya perusakan hutan demi membuka pertanian durian.

Salah satu koran lokal Malaysia The Star, melaporkan bahwa bulan lalu sekitar 1.200 hektare tanah dekat hutan di daerah Pahang di mana tempat tinggal dari harimau Malaya yang sudah langka tampaknya akan disingkirkan untuk penanaman durian jenis Musang King. Namun, pemerintah Pahang tak berkomentar apapun mengenai hal ini.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini